Meresahkan Puluhan Gepeng Diangkut Satpol PP

Jum'at, 31 Juli 2015 - 18:51 WIB
Meresahkan Puluhan Gepeng...
Meresahkan Puluhan Gepeng Diangkut Satpol PP
A A A
MANADO - Dinas Sosial dan Satpol-PP Kota Manado menggelar penertiban terhadap para gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beroperasi di pusat kota, Jumat (31/7/2015).

Alhasil puluhan gepeng terjaring dalam razia tersebut dan langsung digelandang ke dalam kendaraan operasional dinas sosial, untuk diberikan pembinaan lanjutan.

Menariknya, penertiban tersebut juga berhasil menjaring 8 gelandangan psikotik. Gelandangan psikotik adalah mereka yang hidup di jalan karena mengalami gangguan kejiwaan yakni mental dan sosial, sehingga mereka hidup mengembara, berkeliaran, atau menggelandang di jalanan.

Selain itu, penertiban juga berhasil mengamankan sejumlah pengemis berkedok cacat jasmani di area pusat kota, yaitu di depan Bank Sulut, area Jumbo Swalayan, dan perempatan GMIM Sentrum.

Pantauan dilokasi, aksi penertiban tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di pusat kota.

Bahkan, beberapa di antaranya dengan suka rela menyampaikan informasi tentang lokasi-lokasi yang sering ditempati para gepeng.

Kepala Dinas Sosial Manado Frans Mawitjere mengungkapkan penertiban dilakukan untuk mewujudkan visi misi Manado menjadi Kota yang aman dan nyaman.

"Khususnya bagi pendatang atau tamu yang datang, agar tidak lagi terganggu dengan aktivitas para gepeng," ujarnya, usai penertiban.

Sedangkan gepeng yang catat jasmani tidak dibenarkan untuk berkeliaran di pusat kota. Menurutnya, gepeng cacat jasmani jika ditemukan akan langsung dibawa ke Kantor Dinas Sosial Manado untuk dilakukan pembinaan, dan bantuan.

"Para gepeng cacat yang akan diberikan bantuan adalah mereka yang merupakan warga Kota Manado, dengan bentuk bantuan berupa barang dan bahan pokok, seperti pakaian dan makanan," terangnya.

Sedangkan gepeng yang berasal dari luar Manado akan diberikan pembinaan dan selanjutnya dikembalikan ke daerah asal.

"Gepeng yang terlihat masih kuat bekerja akan kami bina dan dibuat surat pernyataan untuk tidak melakukan lagi hal yang sama," katanya.

Adapun gelandangan psikotik yang ditemukan langsung diantar ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ratumbuysang. "Kami sudah bekerja sama dengan rumah sakit tersebut untuk mengobati dan merawat pasien jiwa," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
10 Gelandangan dan Pengemis...
10 Gelandangan dan Pengemis di Salatiga Terjaring Operasi Yustisi
Pemkot Jaktim Razia...
Pemkot Jaktim Razia 38 Lokasi Rawan Gelandangan dan Pengemis
Gelandangan Ini Bawa...
Gelandangan Ini Bawa Uang Rp12 Juta saat Terjaring Dinsos Jaksel
Anjal dan Gepeng Marak...
Anjal dan Gepeng Marak di Makassar Jelang Tahun Baru
Ditampung di GOR Cengkareng,...
Ditampung di GOR Cengkareng, Puluhan PMKS Jalani Rapid Test Corona
Negara-negara dengan...
Negara-negara dengan Jumlah Gelandangan Terbanyak di Dunia, Nomor 5 Tak Disangka
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
33 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
54 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved