Kurang Kajian, Rekayasa Lalin di Jakarta Rugikan Sebelah Pihak

Rabu, 29 Juli 2015 - 02:48 WIB
Kurang Kajian, Rekayasa...
Kurang Kajian, Rekayasa Lalin di Jakarta Rugikan Sebelah Pihak
A A A
JAKARTA - Mogoknya puluhan sopir Kopaja dinilai lebih disebabkan oleh kurangnya kajian terhadap kebijakan rekayasa di kawasan Tanah Abang. Akibatnya, merugikan sebelah pihak dan menimbulkan masalah.

"Rekayasa lalin di Jakarta sulit dilakukan, pasti akan diprotes. Hampir semua wilayah DKI, seringkali rute trayek tidak mempertimbangkan kepentingan penumpang. Pelanggaran Kopaja itu pastinya karena penumpang lewat di sana, bukan di trayek yang direkayasa," kata Kepala Penelitian dan Pengembangan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Leksmono Suryo Putranto di Jakarta, Selasa 28 Juli 2015.

Terkait sistem rupiah per kilometer, Pengamat Transportasi Universitas Tarumanegara itu mengatakan, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) belum siap membayar Kopaja sesuai dengan Public Service Obligation (PSO) yang diberikan oleh pemerintah.

Dia mengakui, jika sistem rupiah per kilometer yang digadang-gadangka Pemprov DKI dapat mengatasi kenakalan sopir Kopaja dalam beroperasi. Sebab, para sopir tidak lagi perlu mengejar setoran lantaran sudah digaji.

"Sistem rupiah per kilometer ini sebuah manajemen modern yang tidak biasa dilakukan operator umum. Harusnya tidak ada kendala kalau sudah dipegang BUMD, tapi kayaknya PT Transportasi Jakarta tidak siap dengan itung-itungan yang didanai oleh duit APBD," tuturnya.

Sementara itu, Dirut PT Transportasi Jakarta Antonius Kosasih mengaku belum mampu menjelaskan terkait perkembangan proses peralihan 200 unit Kopaja di bawah sistem rupiah per kilometer.

Padahal, seminggu jelang Hari Raya Idul Fitri dia menyatakan, jika 200 unit Kopaja tersebut akan dioperasikan dengan sistem rupiah per kilometer pada dua-tiga bulan mendatang.

"Sudah siap semuanya, tarif rupiah perkilometernya juga ada di LKPP. Kemungkinan dua-tiga bulan lagi sudah bisa beroperasi," ujarnya.
(mhd)
Berita Terkait
Lin Kuning di Jember...
Lin Kuning di Jember Disulap Jadi Angkutan Umum Sultan
Protes Harga BBM Naik,...
Protes Harga BBM Naik, Sopir Angkutan Umum di Indramayu Mogok Massal
Premium Susah dan Mahal,...
Premium Susah dan Mahal, Angkot di Jayapura Kompak Mogok Narik Penumpang
LRT Segera Dibangun...
LRT Segera Dibangun di Medan, Bobby Nasution: Kita Optimalkan Transportasi Massal
Angkutan Umum Naikkan...
Angkutan Umum Naikkan Tarif, Dirjen Hubdat: Itu Mekanisme Pasar
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Kembali Beroperasi Besok
Berita Terkini
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
27 menit yang lalu
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
3 jam yang lalu
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
3 jam yang lalu
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
4 jam yang lalu
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
5 jam yang lalu
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved