Beda 41 Ribu Orang, KPUD Depok Verifikasi Data Pemilih
Selasa, 28 Juli 2015 - 19:35 WIB
Beda 41 Ribu Orang, KPUD Depok Verifikasi Data Pemilih
A
A
A
DEPOK - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok ketidaksinkronan data Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dengan yang dimiliki Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sedikitnya terdapat perbedaan data 41 ribu pemilih di Depok dibanding data Kemendagri.
"Menerima data memang ada yang berbeda 41 ribu, data KPU dan Kemendagri, sebenarnya data dari KPU Depok juga dari Pusat dan dari Kemendagri. Harusnya kan sama, tapi apakah kepala Disdukcapil salah catat atau bagaimana, ini akan terus kami revisi," kata Humas KPUD Depok Nana Sobarna di Depok, Selasa (28/7/2015).
Dia menambahkan, saat ini menuju pemuktahiran Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih dalam tahap pencocokan dan penelitian (Coklit). "Coklit sampai 19 Agustus nanti kalau sudah masuk akan meningkat ke DP (Daftar Pemilih) lalu print out akan diberikan kepada petugas PPS dan di masing-masing TPS petugas 3.235 TPS," papar Nana.
Setelah direvisi, nantinya DPS akan ditempel di setiap kelurahan. "Jika banyak juga warga yang belum masuk DPS terus diverifikasi hingga keluar DPS Hasil Perbaikan, lalu diproses lagi hingga keluar DPT. Masih ada lagi peluang sampai keluar DP Tambahan 1," tandasnya.
Selain fokus pada DPT, KPUD juga tengah meneliti dan memverifikasi berkas dua pasang calon di Pilkada Depok. Salah satu calon yakni pasangan Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi masih harus memperbaiki berkas administrasi.
"Visi misi belom lengkap secara redaksional maka harus diperbaiki. Pasangan Idris-Pradi memang lebih siap. Begitupun data LHKPN tanda terima dari KPK sudah dilampirkan dari keduanya, besok akan dilakukan pemeriksaan kesehatan," kata Nana.
"Menerima data memang ada yang berbeda 41 ribu, data KPU dan Kemendagri, sebenarnya data dari KPU Depok juga dari Pusat dan dari Kemendagri. Harusnya kan sama, tapi apakah kepala Disdukcapil salah catat atau bagaimana, ini akan terus kami revisi," kata Humas KPUD Depok Nana Sobarna di Depok, Selasa (28/7/2015).
Dia menambahkan, saat ini menuju pemuktahiran Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih dalam tahap pencocokan dan penelitian (Coklit). "Coklit sampai 19 Agustus nanti kalau sudah masuk akan meningkat ke DP (Daftar Pemilih) lalu print out akan diberikan kepada petugas PPS dan di masing-masing TPS petugas 3.235 TPS," papar Nana.
Setelah direvisi, nantinya DPS akan ditempel di setiap kelurahan. "Jika banyak juga warga yang belum masuk DPS terus diverifikasi hingga keluar DPS Hasil Perbaikan, lalu diproses lagi hingga keluar DPT. Masih ada lagi peluang sampai keluar DP Tambahan 1," tandasnya.
Selain fokus pada DPT, KPUD juga tengah meneliti dan memverifikasi berkas dua pasang calon di Pilkada Depok. Salah satu calon yakni pasangan Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi masih harus memperbaiki berkas administrasi.
"Visi misi belom lengkap secara redaksional maka harus diperbaiki. Pasangan Idris-Pradi memang lebih siap. Begitupun data LHKPN tanda terima dari KPK sudah dilampirkan dari keduanya, besok akan dilakukan pemeriksaan kesehatan," kata Nana.
(mhd)