Salon AVE Bantah Rekam Konsumen Saat Telanjang

Selasa, 14 Juli 2015 - 21:09 WIB
Salon AVE Bantah Rekam...
Salon AVE Bantah Rekam Konsumen Saat Telanjang
A A A
SEMARANG - Salon AVE di Jalan Erlangga Barat Kota Semarang membantah tuduhan salah satu konsumennya yang merasa jadi korban kejahatan asusila.

Ini terkait konsumen yang protes mengaku aktivitasnya ganti baju hingga dipijat direkam Closed Circuit Television (CCTV) setempat.

Pemilik Salon AVE, Ave Sanjaya (60) mengatakan, CCTV dipasang di ruang–ruang publik di salon tersebut. Selain itu, memang ada juga yang terpasang di ruang treatment.

“Tujuannya, agar saya bisa memantau bagaimana kerja karyawan. Apakah terus bergurau dengan pelanggan atau tidak , kalau begitu kami tegur. Juga mengawasi barang–barang agar tidak hilang. Tapi tidak ada CCTV di ruang ganti,” ungkapnya saat memberikan keterangan pers kepada, Selasa (14/7/2015).

Untuk pengakuan konsumen berinisial L yang mengaku telanjang saat diterapi alias dipijat, Ave Sanjaya membantahnya. Sebab, saat ditreatment tidak di ruang pribadi.

“Di situ juga ada dua sampai tiga orang satu ruangan, saat treatment juga konsumen pakai kemben atau kimono. Kaki juga tertutup selimut. Jadi tidak benar kalau telanjang,” lanjutnya didampingi manajemen dan tim kuasa hukumnya.

Ave Sanjaya menegaskan, konsumen L memang datang ke tempatnya pada Kamis dan Jumat pekan lalu.

Saat hari Kamis itu, melakukan perawatan kulit kepala dengan pijatan leher dan pundak. “Jadi tidak mungkin jika telanjang,” tandas Ave.

Salah satu karyawan setempat, Meli, menambahkan saat datang pada hari Jumat, konsumen L itu ditemani beberapa orang laki–laki.

“Ya mempersoalkan CCTV itu. Memang di ruang treatment atas (lantai II) ada. Tapi tidak telanjang, karena pakai kimono atau kemben,” timpalnya.

Sebelumnya, konsumen L, merasa menjadi korban kejahatan salon tersebut. Dia mengaku aktivitasnya ganti baju hingga dipijat dalam keadaan telanjang terekam CCTV setempat.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jawa Tengah, Ngargono, insiden semacam ini bisa diselesaikan di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, lokasinya di Gedung Pandanaran lantai 4, Kompleks Bundaran Lawang Sewu Semarang.

“Kalau mau proses hukum, ya konsumen itu harus melapor ke polisi. Karena delik aduan,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
Letusan Kasus Pelecehan...
Letusan Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Menggemparkan
Maklumat Pencegahan...
Maklumat Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual
Aksi Teatrikal Setop...
Aksi Teatrikal Setop Pelecehan Seksual di Transportasi Umum
SMK Waskito Pamulang...
SMK Waskito Pamulang Beri Sanksi Tegas Terduga Pelaku Pelecehan Siswi
Prihatin Kasus Pelecehan...
Prihatin Kasus Pelecehan Seksual Marak, Coach Rheo: Pesona Seks Kalahkan Akal Sehat
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
4 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
11 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved