Truk Gandeng Masih Banyak Melintas di Ringroad Selatan Bantul.
Selasa, 14 Juli 2015 - 13:39 WIB
Truk Gandeng Masih Banyak Melintas di Ringroad Selatan Bantul.
A
A
A
BANTUL - Angkutan barang yang sebelumnya dilarang melintas sejak H-5 menjelang lebaran ternyata masih banyak melintas di jalur mudik seperti Ringroad Selatan Bantul.
Petugas kepolisian mulai hari ini, Selasa (14/7/2015) mulai menghentikan truk-truk yang melintas dan diperintahkan masuk ke pull mereka masing-masing atau diberhentikan di pos-pos pengamanan arus mudik yang ada di setiap ruas jalan.
Dari pantauan media ini, hampir setiap menit truk pengangkut pasir melintas di Jalan Srandakan-Palbapang.
Demikian di ringroad selatan Bantul, Jalan Wonosari, dan jalur utama Jalan Wates masih terlihat truk-truk pengangkut barang yang sebelumnya dilarang.
Meski belum terlihat arus mudik yang signifikan, tetapi mereka menghambat laju kendaraan lainnya, tak jarang menyebabkan kemacetan.
Kanit Laka Polres Bantul Iptu Budi Hariyanto mengakui memang sampai saat ini masih banyak truk-truk non sembako, bahan bakar minyak (BBM) yang melintas di jalur-jalur mudik.
Padahal, mereka sebenarnya sudah dilarang namun nampaknya larangan tersebut tidak diindahkan oleh para sopir truk. “Iya, masih banyak truk pasir yang melintas,” ungkapnya, Selasa (14/7/2015).
Untuk itu, pihaknya sudah memerintahkan semua petugas pos pengamanan untuk segera menghentikan truk-truk pengangkut barang yang sebelumnya dilarang tersebut.
Namun nampaknya pihak kepolisian tidak menegur dengan tegas, karena perintah untuk menghentikan di pull masing-masing hanya sekedar imbauan. Polisi tidak menilang mereka, karena mereka masih dalam masa operasi simpatik.
Terkait dengan angka kecelakaan, Budi mengatakan, hingga saat ini jumlahnya belum meningkat secara signifikan.
Selasa ini, sudah ada 5 kejadian kecelakaan dan tidak ada korban jiwa karena hanya luka-luka.
Belum ada pemudik yang terlibat kecelakaan karena kelima kecelakaan tersebut masih melibatkan plat AB semua. “Kecelakaannya masih belum signifikan,” tukasnya.
Budi mengungkapkan, minimnya kecelakaan ini kemungkinan besar karena memang belum ada peningkatan yang cukup signifikan dari arus mudik kali ini.
Plat-plat luar daerah belum nampak begitu banyak memasuki wilayah Bantul. Selain itu, nampaknya saat ini konsentrasi pemudik tak sekedar di jalur utama.
Saat ini pemudik sudah banyak memanfaatkan jalur-jalur alternatif yang diberikan oleh pemerintah.
Perkembangan teknologi melalui Global Positioning System (GPS) yang bisa mereka dapatkan di handphone mereka sangat membantu para pemudik.
Di samping memang saat ini diperkirakan arus mudik lebih sedikit dibanding tahun lalu. “Kemungkinan karena musim bayar sekolah. Jadi yang mudik berkurang,”paparnya.
Sementara itu, Humas Polsek Sedayu Ipda Agus Supraja mengakui jika saat ini jumlah arus mudik jauh lebih sedikit dibanding dengan tahun sebelumnya.
Beroperasinya kembali Jembatan Comal dan juga beberapa jalan tol baru yang mulai berfungsi mengakibatkan konsentrasi kendaraan terpecah di semua jalur.
“Kalau tahun lalu Comal itu baru diperbaiki. Sehingga banyak pemudik yang memilih jalur selatan,” tandasnya.
Petugas kepolisian mulai hari ini, Selasa (14/7/2015) mulai menghentikan truk-truk yang melintas dan diperintahkan masuk ke pull mereka masing-masing atau diberhentikan di pos-pos pengamanan arus mudik yang ada di setiap ruas jalan.
Dari pantauan media ini, hampir setiap menit truk pengangkut pasir melintas di Jalan Srandakan-Palbapang.
Demikian di ringroad selatan Bantul, Jalan Wonosari, dan jalur utama Jalan Wates masih terlihat truk-truk pengangkut barang yang sebelumnya dilarang.
Meski belum terlihat arus mudik yang signifikan, tetapi mereka menghambat laju kendaraan lainnya, tak jarang menyebabkan kemacetan.
Kanit Laka Polres Bantul Iptu Budi Hariyanto mengakui memang sampai saat ini masih banyak truk-truk non sembako, bahan bakar minyak (BBM) yang melintas di jalur-jalur mudik.
Padahal, mereka sebenarnya sudah dilarang namun nampaknya larangan tersebut tidak diindahkan oleh para sopir truk. “Iya, masih banyak truk pasir yang melintas,” ungkapnya, Selasa (14/7/2015).
Untuk itu, pihaknya sudah memerintahkan semua petugas pos pengamanan untuk segera menghentikan truk-truk pengangkut barang yang sebelumnya dilarang tersebut.
Namun nampaknya pihak kepolisian tidak menegur dengan tegas, karena perintah untuk menghentikan di pull masing-masing hanya sekedar imbauan. Polisi tidak menilang mereka, karena mereka masih dalam masa operasi simpatik.
Terkait dengan angka kecelakaan, Budi mengatakan, hingga saat ini jumlahnya belum meningkat secara signifikan.
Selasa ini, sudah ada 5 kejadian kecelakaan dan tidak ada korban jiwa karena hanya luka-luka.
Belum ada pemudik yang terlibat kecelakaan karena kelima kecelakaan tersebut masih melibatkan plat AB semua. “Kecelakaannya masih belum signifikan,” tukasnya.
Budi mengungkapkan, minimnya kecelakaan ini kemungkinan besar karena memang belum ada peningkatan yang cukup signifikan dari arus mudik kali ini.
Plat-plat luar daerah belum nampak begitu banyak memasuki wilayah Bantul. Selain itu, nampaknya saat ini konsentrasi pemudik tak sekedar di jalur utama.
Saat ini pemudik sudah banyak memanfaatkan jalur-jalur alternatif yang diberikan oleh pemerintah.
Perkembangan teknologi melalui Global Positioning System (GPS) yang bisa mereka dapatkan di handphone mereka sangat membantu para pemudik.
Di samping memang saat ini diperkirakan arus mudik lebih sedikit dibanding tahun lalu. “Kemungkinan karena musim bayar sekolah. Jadi yang mudik berkurang,”paparnya.
Sementara itu, Humas Polsek Sedayu Ipda Agus Supraja mengakui jika saat ini jumlah arus mudik jauh lebih sedikit dibanding dengan tahun sebelumnya.
Beroperasinya kembali Jembatan Comal dan juga beberapa jalan tol baru yang mulai berfungsi mengakibatkan konsentrasi kendaraan terpecah di semua jalur.
“Kalau tahun lalu Comal itu baru diperbaiki. Sehingga banyak pemudik yang memilih jalur selatan,” tandasnya.
(sms)