Ahok Masih Penasaran Soal Lahan yang Dimasalahkan BPK
Jum'at, 10 Juli 2015 - 10:31 WIB
Ahok Masih Penasaran Soal Lahan yang Dimasalahkan BPK
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk duduk bersama membahas masalah lahan yang dibeli Pemprov DKI untuk membangun rumah sakit kanker.
Namun sebelum meminta kepada BPK RI, Ahok merencanakan akan memanggil pihak terkait untuk membahas lahan yang jadi polemik itu.
"Saya kira panggil saja mantan-mantan orang KPK dan Kejagung. Kita duduk bareng deh. Ini BPK auditnya jangan prosedural saja deh. Substansial dong. Ini yang saya kritik," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2015).
Lebih lanjut Ahok mengungkapkan lahan di tengah kota dijual dengan nilai jual objek pajak (NJOP) memberikan keuntungan kepada DKI Jakarta. Pasalnya sulit untuk mencari tanah ditengah kota dan yang mau menjual NJOP.
"Tanya BPK. Saya mau bangun rumah sakit dan beli tanah di tengah kota dan mau jual NJOP. Ada tidak yang mau jual NJOP. Cariin deh buat saya tanah tiga hektare di tengah kota, matang ya, tak perlu urug dan langsung dibangun," tegas Ahok.
Namun sebelum meminta kepada BPK RI, Ahok merencanakan akan memanggil pihak terkait untuk membahas lahan yang jadi polemik itu.
"Saya kira panggil saja mantan-mantan orang KPK dan Kejagung. Kita duduk bareng deh. Ini BPK auditnya jangan prosedural saja deh. Substansial dong. Ini yang saya kritik," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2015).
Lebih lanjut Ahok mengungkapkan lahan di tengah kota dijual dengan nilai jual objek pajak (NJOP) memberikan keuntungan kepada DKI Jakarta. Pasalnya sulit untuk mencari tanah ditengah kota dan yang mau menjual NJOP.
"Tanya BPK. Saya mau bangun rumah sakit dan beli tanah di tengah kota dan mau jual NJOP. Ada tidak yang mau jual NJOP. Cariin deh buat saya tanah tiga hektare di tengah kota, matang ya, tak perlu urug dan langsung dibangun," tegas Ahok.
(ysw)