Pelayanan Buruk, Warga Minta PT Transjakarta Berbenah Diri

Kamis, 09 Juli 2015 - 22:26 WIB
Pelayanan Buruk, Warga...
Pelayanan Buruk, Warga Minta PT Transjakarta Berbenah Diri
A A A
JAKARTA - Pengguna transportasi massal bus Transjakarta kecewa dengan pelayanan bus yang berada di bawah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). PT Transportasi Jakarta diminta untuk perbaiki kualitas pelayanan kepada pengguna.

Dalam diskusi bertajuk "Save Transjakarta Busway" yang digelar di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2015), Suparman (48), salah satu pengguna busway mengatakan, sejak 10 tahun lalu menggunakan bus Transjakarta semakin merasakan ketidaknyamanan. Mulai dari armada bus, khususnya bus single yang kondisi AC-nya mati, atap bocor, petugas jaga yang tidak ramah dengan penumpang hingga sterilisasi jalur yang semakin semrawut semakin terasa.

"Kami bingung dengan pengelolaan Transjakarta. Semakin pengguna mengeluh, semakin saling lempar tanggung jawab antara manajemen, Pemprov DKI dengan operator. Kepada siapa kami menuntut tanggung jawab," kata Suparman.

David pengguna bus Transjakarta lainnya menuturkan, selama naik bus andalan Jakarta itu, banyak armada bus yang pintu busnya terkena las. Bahkan, pintu dekat pramudi juga kadang tidak siap untuk dibuka.

Selain itu, kata David, kursi prioritas warna merah yang pernah diusulkan agar menjadi prioritas, belakangan ini semakin berkurang.

Direktur Institut Studi Transportasi (Instrans) Dharmingtyas mengatakan, sebagai orang yang sejak awal mengkampanyekan bus Transjakarta, dirinya sangat kecewa dengan pengelolaan Transjakarta saat ini. Untuk itu, kata Tyas, saat ini pihaknya meminta agar pengguna Transjakarta lebih baik meninggalkan bus apabila terdesak dan terburu-buru.

"Jujur saja, saya selalu bilang ke orang-orang, pada saat terdesak saya enggak mau naik busway lebih baik naik ojeg," ujarnya,

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Antonius Kosasih meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi terhadap bus Transjakarta saat ini. Selama enam bulan Transjakarta di bawah BUMD, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan.

Baik dari e-ticketing, pengadaan bus Scania yang akan beroperasi pada Senin 13 Juli mendatang hingga perubahan Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang akan dilakukan tiga bulan mendatang.

"Penyebab utama ketidaknyamanan seperti apa yang dikeluhkan oleh para pengguna, terdapat pada lemahnya SPM yang telah ada sebelum dirinya membawahi para operator Transjakarta. Kami akan mengubah SPM dalam waktu dekat ini. Salah satunya yakni batas maksimal operasional 275 kilometer dan denda larangan beroperasi apabila bus operator mengalami masalah," tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
2030, Transjakarta Targetkan...
2030, Transjakarta Targetkan 10 Ribu Bus Listrik Mengaspal
Lewat Apel Pramudi,...
Lewat Apel Pramudi, Transjakarta Perkuat Budaya Keselamatan
417 Bus Transjakarta...
417 Bus Transjakarta yang Terbengkalai Dilelang
Bus Wisata Transjakarta...
Bus Wisata Transjakarta Layani 56.811 Pengguna selama Libur Lebaran
3 Rute Transjakarta...
3 Rute Transjakarta Ramai Penumpang, Nomor 1 Disesaki 8 Juta Orang
Mulai 20 Juni Transjakarta...
Mulai 20 Juni Transjakarta akan Tambah Lima Rute Baru
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
9 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
12 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
13 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
13 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
14 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
14 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved