Ketumbar Oplosan Asal Tangerang Terbuat dari Bahan Bakar Roket

Kamis, 09 Juli 2015 - 17:06 WIB
Ketumbar Oplosan Asal...
Ketumbar Oplosan Asal Tangerang Terbuat dari Bahan Bakar Roket
A A A
JAKARTA - Ketumbar oplosan yang diproduksi di Tangerang diketahui menggunakan bahan baku berbahaya salah satunya bahan bakar roket. Meski telah beroperasi sejak 2010, kemarin Polda Metro Jaya membongkar gudang ketumbar oplosan tersebut.

Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKB Ruddy Setiawan mengungkapkan, sebelum proses pengoplosan dengan mencuci ketumbar dn memasukannya ke dalam mesin silinder (molen). Ketumbar dicampur zat kimia hidrogen peroksida (H2O2) dan soda api (NA2CO3) tanpa takaran tertentu.

"Hidrogen peroksida merupakan cairan bening kental yang umumnya dimanfaatkan untuk pemutih tekstil,oksidator, dan sebagai bahan bakar roket. Sementara soda api atau natrium hidroksida biasa digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas, tekstil, air minum, dan deterjen," ungkapnya Kamis (9/7/2015).

Menurut Ruddy, penggunaan dua senyawa itu, sangat berbahaya bagi tubuh. "Karena pencampuran zat kimia itu tidak dilakukan sesuai takaran, tapi malah melebihi ambang batas. Tentu akan mengganggu kesehatan bagi yang mengkonsumsinya," tegasnya.

Di gudang tersebut petugas juga menyita sejumlah barang bukti, seperti 50 karung ketumbar hasil oplosan dengan berat masing-masing 25 kilogram, 125 kilogram ketumbar yang belum diolah, 175 liter hidrogen peroksida, 200 kilogram soda api, satu unit mesin molen, satu mesin jahit karung, dan satu bundel surat jalan.

Tersangka dijerat Pasal 136 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 110 UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, dan Pasal 62 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Pilihan:
Polda Bongkar Pabrik Ketumbar Oplosan di Tangerang

(whb)
Berita Terkait
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
5 Makanan Paling Berbahaya...
5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Nomor 4 Lebih Beracun dari Sianida
Ini Bagian Tubuh Ular...
Ini Bagian Tubuh Ular yang Bisa Dikonsumsi Manusia
Ratusan Kilogram Makanan...
Ratusan Kilogram Makanan Berpengawet Mayat Dimusnahkan
Cegah Peredaran Makanan...
Cegah Peredaran Makanan Berbahaya, BPOM Sulbar Periksa Sampel Takjil
BPOM Tarik Peredaran...
BPOM Tarik Peredaran Es Krim Haagen-Dazs dari Pasaran
Berita Terkini
8 Ruas Jalan Bakal Dilalui...
8 Ruas Jalan Bakal Dilalui Rombongan PM Singapura saat Bertemu Presiden Prabowo Hari Ini
17 menit yang lalu
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
7 jam yang lalu
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Jadi Tersangka Kasus Suap, Hartanya Rp10,6 Miliar
7 jam yang lalu
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
7 jam yang lalu
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
9 jam yang lalu
Jakarta Menuju Kota...
Jakarta Menuju Kota Global, Ida Fauziyah: Empat Pilar Kebangsaan Jangan Dilupakan
10 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved