Ternyata, Ahok Masih Sewot dengan BPK
Kamis, 09 Juli 2015 - 13:15 WIB
Ternyata, Ahok Masih Sewot dengan BPK
A
A
A
JAKARTA - Kendati sudah dua hari berselang, nampaknya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih sewot dengan sikap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Apalagi, Pemprov DKi terancam batal memiliki rumah sakit khusus kanker.
"Dari dulu saya gak mau peduli kok mau disclaimer, mau WDP atau WTP, yang saya persoalkan itu adalah soal (lahan rumah sakit) Sumber Waras. Waktu BPK mengatakan NJOP-nya beda, saya sudah panggil untuk menjelaskan," ujar Ahok dengan nada tinggi di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2015).
Dijelaskan Ahok, dia sudah menjelaskan kenapa harga NJOP lahan tersebut berbeda dengan lahan di pemukiman sekitar rumah sakit. "NJOP perumahan dibandingkan dengan komersial ya pasti beda dong harganya," terangnya.
Lebih lanjut, jika harus mengikuti NJOP lahan disekeliling maka akan berbeda. Namun Ahok mencoba menerimanya sekaligus menyindir kembali BPK.
Menurut Ahok, BPK janganlah hanya mengaudit menggunakan aturan prosedural tapi harus menggunakan substansi yang ada.
"Cuman saya mempersoalkan soal rumah sakit Sumber Waras. Kalau ngotot seperti itu saya kan harus membatalkan nih kan udah dapat harga NJOP kalau saya mau beli lagi saya harus pakai appraisal kan lebih mahal," katanya.
Jika aturan seperti itu, lanjut Ahok, dirinya tidak masalah untuk membeli lagi dengan harga apprasial yang lebih mahal. Namun yang dikhawatirkan, dengan harga yang lebih mahal apakah itu bisa jadi temuan lagi oleh BPK untuk menyalahkannya.
PILIHAN:
Ahok: BPK Jangan Seperti Tuhan di Republik Ini
Ahok Tak Puas DKI Dapat WDP dari BPK
DKI Terancam Batal Bangun Rumah Sakit Kanker
"Dari dulu saya gak mau peduli kok mau disclaimer, mau WDP atau WTP, yang saya persoalkan itu adalah soal (lahan rumah sakit) Sumber Waras. Waktu BPK mengatakan NJOP-nya beda, saya sudah panggil untuk menjelaskan," ujar Ahok dengan nada tinggi di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2015).
Dijelaskan Ahok, dia sudah menjelaskan kenapa harga NJOP lahan tersebut berbeda dengan lahan di pemukiman sekitar rumah sakit. "NJOP perumahan dibandingkan dengan komersial ya pasti beda dong harganya," terangnya.
Lebih lanjut, jika harus mengikuti NJOP lahan disekeliling maka akan berbeda. Namun Ahok mencoba menerimanya sekaligus menyindir kembali BPK.
Menurut Ahok, BPK janganlah hanya mengaudit menggunakan aturan prosedural tapi harus menggunakan substansi yang ada.
"Cuman saya mempersoalkan soal rumah sakit Sumber Waras. Kalau ngotot seperti itu saya kan harus membatalkan nih kan udah dapat harga NJOP kalau saya mau beli lagi saya harus pakai appraisal kan lebih mahal," katanya.
Jika aturan seperti itu, lanjut Ahok, dirinya tidak masalah untuk membeli lagi dengan harga apprasial yang lebih mahal. Namun yang dikhawatirkan, dengan harga yang lebih mahal apakah itu bisa jadi temuan lagi oleh BPK untuk menyalahkannya.
PILIHAN:
Ahok: BPK Jangan Seperti Tuhan di Republik Ini
Ahok Tak Puas DKI Dapat WDP dari BPK
DKI Terancam Batal Bangun Rumah Sakit Kanker
(ysw)