Hindari Macet, Pemudik Diminta Gunakan Jalur Alternatif
Kamis, 09 Juli 2015 - 10:13 WIB
Hindari Macet, Pemudik Diminta Gunakan Jalur Alternatif
A
A
A
YOGYAKARTA - Kondisi jalan yang tak mampu menampung semua pengguna jalan saat puncak arus mudik membuat kemacetan tak terhindari.
Sehingga bukan pekerjaan mudah bagi petugas kepolisian untuk mengurai kemacetan dan menekan angka kecelakaan saat mudik Lebaran.
"Dua skema yang kita terapkan untuk mengurai kepadatan pengguna jalan, yakni dengan rekayasa dan pengalihan jalur," kata Direktur Lalulintas Polda DIY Kombes Pol Tulus Ikhlas Pamuji, Kami (9/7/2015).
Tulus meminta bagi pengguna jalur di Yogyakarta untuk memperhatikan petunjuk arah yang sudah terpasang di berbagai tempat, seperti persimpan jalan. Dia meminta agar pemudik untuk melewati jalur alternatif untuk mengurai kemacetan.
"Yogyakarta ini kan sebagai lintasan dan tempat tujuan. Bagi yang melintas untuk menuju wilayah lain lebih baik memperhatikan rambu petunjuk arah," jelasnya.
Jalur lintasan seperti dari Magelang menuju Solo dengan mengunakan jalur alternatif, dari Tempel - Turi - Pakem- Kalasan - Prambanan hingga ke timur.
Begitu juga dari Kulonprogo menuju Magelang yang jaraknya hanya 32 kilometer juga menggunakan jalur alternatif, mulai dari Sentolo - Nanggulan - Moyudan - Minggir - Tempel - hingga Muntilan.
Tulus mengaku rambu penunjuk arah sudah terpasang dengan baik oleh Dishubkominfo DIY.
Salah satu fungsi dari jalur alternatif itu untuk mempercepat ke lokasi tujuan. Adanya jalur alternatif juga untuk mengurangi kepadatan arus di titik titik tertentu.
Sehingga bukan pekerjaan mudah bagi petugas kepolisian untuk mengurai kemacetan dan menekan angka kecelakaan saat mudik Lebaran.
"Dua skema yang kita terapkan untuk mengurai kepadatan pengguna jalan, yakni dengan rekayasa dan pengalihan jalur," kata Direktur Lalulintas Polda DIY Kombes Pol Tulus Ikhlas Pamuji, Kami (9/7/2015).
Tulus meminta bagi pengguna jalur di Yogyakarta untuk memperhatikan petunjuk arah yang sudah terpasang di berbagai tempat, seperti persimpan jalan. Dia meminta agar pemudik untuk melewati jalur alternatif untuk mengurai kemacetan.
"Yogyakarta ini kan sebagai lintasan dan tempat tujuan. Bagi yang melintas untuk menuju wilayah lain lebih baik memperhatikan rambu petunjuk arah," jelasnya.
Jalur lintasan seperti dari Magelang menuju Solo dengan mengunakan jalur alternatif, dari Tempel - Turi - Pakem- Kalasan - Prambanan hingga ke timur.
Begitu juga dari Kulonprogo menuju Magelang yang jaraknya hanya 32 kilometer juga menggunakan jalur alternatif, mulai dari Sentolo - Nanggulan - Moyudan - Minggir - Tempel - hingga Muntilan.
Tulus mengaku rambu penunjuk arah sudah terpasang dengan baik oleh Dishubkominfo DIY.
Salah satu fungsi dari jalur alternatif itu untuk mempercepat ke lokasi tujuan. Adanya jalur alternatif juga untuk mengurangi kepadatan arus di titik titik tertentu.
(sms)