Tak Diberi Pidato, Ahok Kecewa dengan DPRD DKI

Selasa, 07 Juli 2015 - 15:34 WIB
Tak Diberi Pidato, Ahok...
Tak Diberi Pidato, Ahok Kecewa dengan DPRD DKI
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan kekecewaannya dalam rapat paripurna yang digelar di DPRD DKI Jakarta, Senin 6 Juli 2015 kemarin.

Ahok kecewa lantaran tidak diberi waktu untuk menanggapi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPR-RI terhadap laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta tahun anggaran 2014.

"Saya protes tidak terima, mereka kemarin tidak kasih saya ngomong. Kayaknya DPRD sengaja mengatur supaya saya tidak ngomong, padahal seharusnya begitu disampaikan BPK itu saya harus ikut ngomong paling tidak terima kasih. Sudah siapkan pidatonya, enggak boleh tiba-tiba," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2015).

Ahok mengatakan, pada setiap penyampaian LHP, kepala daerah diberi kesempatan untuk menyampaikan tanggapan. Tapi apa daya, Ahok bukanlah anggota DPRD DKI Jakarta yang bisa melakukan interupsi.

"Ya sudah saya ikuti, saya enggak punya hak interupsi saya bukan anggota DPRD. Semua ditutup kemarin," keluh Ahok.

Mengenai salah satu sorotan BPK-RI mengenai pengelolaan aset daerah di Jakarta yang belum sempurna, Ahok kembali mempertanyakan. Pasalnya pengelolaan aset ini sudah terjadi sejak Fauzi Bowo menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Perjanjian dengan pihak ketiga itu sudah ada dari zaman Pak Foke. Makanya saya minta standar BPK harus jelas juga dalam memeriksa. Kenapa zaman Pak Foke itu WTP dengan kasus aset yang sama, sekarang kami sedang perbaiki jadi WDP," tukasnya.

Meski demikian, Ahok mengaku enggan mempermasalahkan hal tersebut. Selain itu, dia mengatakan, Ahok tidak mempermasalahkan penilaian BPK itu karena dirinya menjadi Gubernur lantaran dipilih oleh masyarakat bukan lembaga negara itu.

"Tidak apa-apa, saya mau disclaimer juga enggak apa-apa kok. Saya enggak masalah, yang menentukan saya jadi gubernur atau tidak adalah warga DKI bukan BPK, disclaimer, WDP atau WTP. Foke yang dapat WTP juga kalah dengan kami. Jadi tidak ada urusan buat saya, yang penting duit pelayanan DKI tidak dicolong," tegasnya.

PILIHAN:

Pansus DPRD, FAKTA: Waktunya Sudah Mepet


Laporan BPK, APBD DKI Terindikasi Menguap Rp1,54 Triliun
(mhd)
Berita Terkait
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
F-PDIP Sarankan DKI...
F-PDIP Sarankan DKI Ikuti Jejak Ahok Relokasi Warga Kampung Akuarium ke Rusun Rawa Bebek
Ahok, Gibran, dan Risma...
Ahok, Gibran, dan Risma Masuk Bursa Cagub DKI di Internal PDIP
Berita Terkini
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
48 menit yang lalu
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
1 jam yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
1 jam yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
1 jam yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
3 jam yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved