Jalur Alternatif di Jateng Minim Penerang Jalan

Selasa, 07 Juli 2015 - 13:39 WIB
Jalur Alternatif di...
Jalur Alternatif di Jateng Minim Penerang Jalan
A A A
REMBANG - Jalan sepanjang 250 Km di Jawa Tengah bagian timur yang dikelola pemerintah provinsi tanpa lampu penerang jalan dan marka. Padahal, jalan-jalan tersebut menjadi jalan alternatif pada saat mudik Lebaran 2015.

"Kalau tidak dipasang lampu penerang jalan, dikhawatirkan rawan terjadi kecelakaan dan kriminalitas, karena jalannya sepi dan gelap," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso di sela pantauan jalur mudik di Rembang, Selasa (7/7/2015).

Ia menyebutkan, jalan provinsi yang minim penerangan itu seperti jalur Rembang-Bulu, Lasem-Sale, Bulu-Blora, dan lainnya. Jalan-jalan itu di bawah kewenangan Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Jateng Wilayah Pati. Balai ini menangani jalan provinsi yang ada di Rembang, Pati, Jepara, dan Kudus.

Selain tanpa marka dan penerang jalan, lanjut politikus PKS ini, jalan-jalan itu juga belum memenuhi standar, sebab rata-rata lebar jalannya hanya empat sampai lima meter. Padahal, lebar standar jalan provinsi itu minimal enam meter.

"Kondisi ini harus segera ditangani agar tidak membahayakan pengguna jalan," imbuh Hadi.

Hadi meminta kepada pemerintah setempat dalam waktu dekat ini memasang marka dan rambu penunjuk arah. Hal itu agar bisa dijadikan pedoman pemudik saat melintas di daerah tersebut.
"Ke depan seharusnya kalau melakukan peningkatan jalan, disertakan dengan pemasangan penerang jalan. Lampu penerang jalan, rambu, dan penunjuk arah itu sangat signifikan."

Setali tiga uang, anggota Komisi D DPRD Jateng Muhammad Ngainirichald menambahkan, di wilayah Jateng bagian timur banyak proyek pengerjaan jalan yang sifatnya hanya perawatan atau penambalan jalan.

"Ke depan seharusnya dianggarkan untuk dibeton saja, agar tidak mudah rusak."

Sementara, Kepala seksi jalan dan jembatan Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Jateng Wilayah Pati Mafakir saat dikonfirmasi mengakui, jalan provinsi yang tidak ada penerangnya sekira 250 km. "Tahun ini kami tidak menganggarkan,” kata dia.

Mafakir mengaku, pihaknya masih konsentrasi melakukan peningkatan jalan di beberapa titik. "Kami berpikir yang penting aman dulu, walaupun belum nyaman," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
H-6 Lebaran, Kendaraan...
H-6 Lebaran, Kendaraan Pelat Jakarta dan Bogor Mulai Ramaikan Jalur Lingkar Gentong Tasikmalaya
5 Barang yang Harus...
5 Barang yang Harus Dibawa saat Mudik Lebaran 2023, Awas Jangan Sampai Tertinggal!
Tak Libur saat Cuti...
Tak Libur saat Cuti Bersama, Direksi BUMN IDSurvey Pantau Mudik di Pelabuhan
Waspada! 4 Penyakit...
Waspada! 4 Penyakit Ini Menyerang saat Mudik dan Lebaran
Rekomendasi Sleeper...
Rekomendasi Sleeper Bus Jakarta-Malang Mudik Lebaran 2024
Hiburan di Jalan: Tulisan...
Hiburan di Jalan: Tulisan Lucu di Belakang Motor Pemudik Kembali Menghiasi Mudik 2024
Berita Terkini
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
38 menit yang lalu
Pemkot Tangsel Perkuat...
Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Cegah Stunting
46 menit yang lalu
Nurdiansyah Ungkap Dinamika...
Nurdiansyah Ungkap Dinamika Menjelang Musda Demokrat Aceh
1 jam yang lalu
Proyek Perpanjangan...
Proyek Perpanjangan 3 Peron Rampung, Stasiun Bogor Kini Bisa Layani 12 Rangkaian Kereta
2 jam yang lalu
Minta Polri Tingkatkan...
Minta Polri Tingkatkan Pencegahan Serangan Bom Rakitan, Sahroni: Semua Pihak Harus Bertanggung Jawab!
2 jam yang lalu
Kaposwil Satgas PRR...
Kaposwil Satgas PRR Aceh Minta BPBD Percepat Pembangunan Huntap
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved