Pemain Punya Hak Memilih Klub Baru
Kamis, 02 Juli 2015 - 08:06 WIB
Pemain Punya Hak Memilih Klub Baru
A
A
A
PELATIH Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengaku, tidak bisa menjamin Atep dan kawan-kawan untuk kembali membela Maung Bandung, jika suatu saat kompetisi atau turnamen kembali digulirkan.
Sebab saat ini kata Djanur, para penggawanya sudah bebas transfer setelah manajemen tim memutuskan untuk mengakhiri kontrak. Artinya para pemain punya hak memilih klub baru atau kembali ke Persib. ”Buat saya sebagai pelatih, tidak segampang itu memanggil pemain yang statusnya sudah bebas. Karena bisa saja mereka sudah ada yang pergi kemana (membela klub lain),” ujar Djanur, kemarin.
Lain halnya, lanjut Djanur jika para pemain masih terikat kontrak hingga November mendatang. “Dengan keadaan seperti ini (putus kontrak) ketika mengumpulkan pemain pasti agak sulit,” tuturnya. Bagi Djanur, kondisi yang menimpa penggawa Persib Bandung sama persis dengan apa yang dirasakan jajaran pelatih Maung Bandung. “Untuk pelatih dan pemain sama. Jadi saya tidak bisa membantu keputusan manajemen,” katanya.
Hanya saja, pelatih kelahiran Sumedang ini cukup menyayangkan, sebab kabarnya dalam waktu dekat Persib Bandung akan dihadapkan dengan beberapa turnamen, seperti Piala Indonesia Satu, Piala Wali Kota Bandung hingga Piala Pangdam Siliwangi. “Padahal butuh persiapan yang matang sebelum menghadapinya,” terangnya. Namun begitu, Djanur berharap para pemainnya masih punya hati untuk tetap mau berseragam Persib ke depannya. Sebab selama ini para penggawanya sudah cukup lama bersatu dan terjalin kebersamaan cukup baik.
“Harapannya sih sebetulnya kita ingin tetap solid walaupun dengan status bebas kontrak seperti sekarang. Saya sebagai pelatih yang mempunyai rasa emosional yang sama dengan Pak Umuh (Manajer tim) berharap tidak susah memanggil mereka kembali,” harapnya.
Muhammad ginanjar
Sebab saat ini kata Djanur, para penggawanya sudah bebas transfer setelah manajemen tim memutuskan untuk mengakhiri kontrak. Artinya para pemain punya hak memilih klub baru atau kembali ke Persib. ”Buat saya sebagai pelatih, tidak segampang itu memanggil pemain yang statusnya sudah bebas. Karena bisa saja mereka sudah ada yang pergi kemana (membela klub lain),” ujar Djanur, kemarin.
Lain halnya, lanjut Djanur jika para pemain masih terikat kontrak hingga November mendatang. “Dengan keadaan seperti ini (putus kontrak) ketika mengumpulkan pemain pasti agak sulit,” tuturnya. Bagi Djanur, kondisi yang menimpa penggawa Persib Bandung sama persis dengan apa yang dirasakan jajaran pelatih Maung Bandung. “Untuk pelatih dan pemain sama. Jadi saya tidak bisa membantu keputusan manajemen,” katanya.
Hanya saja, pelatih kelahiran Sumedang ini cukup menyayangkan, sebab kabarnya dalam waktu dekat Persib Bandung akan dihadapkan dengan beberapa turnamen, seperti Piala Indonesia Satu, Piala Wali Kota Bandung hingga Piala Pangdam Siliwangi. “Padahal butuh persiapan yang matang sebelum menghadapinya,” terangnya. Namun begitu, Djanur berharap para pemainnya masih punya hati untuk tetap mau berseragam Persib ke depannya. Sebab selama ini para penggawanya sudah cukup lama bersatu dan terjalin kebersamaan cukup baik.
“Harapannya sih sebetulnya kita ingin tetap solid walaupun dengan status bebas kontrak seperti sekarang. Saya sebagai pelatih yang mempunyai rasa emosional yang sama dengan Pak Umuh (Manajer tim) berharap tidak susah memanggil mereka kembali,” harapnya.
Muhammad ginanjar
(ars)