Ratusan Guru Pensiun, Bekasi Kekurangan Guru

Selasa, 30 Juni 2015 - 07:27 WIB
Ratusan Guru Pensiun,...
Ratusan Guru Pensiun, Bekasi Kekurangan Guru
A A A
BEKASI - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi bakal kehilangan ratusan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) diwilayahnya. Pasalnya, ratusan guru tersebut akan memasuki masa pensiun pada tahun 2015. Artinya, tahun depan Kota Bekasi akan kukurangan guru.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bekasi, Rudi Sabarudin mengatakan, ratusan guru yang pensiun ditahun ini mayoritas guru sekolah dasar. Kebanyakan tenaga pendidik itu pensiun lantaran umurnya sudah masuk usia 60 tahun.

"Totalnya sebanyak 110 guru," kata Rudi kepada wartawan di Bekasi, Senin 29 Juni 2015.

Menurut Rudi, berdasarkan Undang-undang aparatur sipil negara, otomatis masa kerja mereka tak bisa diperpanjang. Karena sudah ada tambahan selama dua tahun sebelumnya ketika usia 58 tahun.
Namun, guru pensiun itu tidak mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah. "Karena mereka akan digantikan oleh tenaga honorer," ujarnya.

Saat ini, jumlah guru di Kota Bekasi berstatus pegawai negeri mencapai 6.910 orang. Rinciannya, 60 persen guru sekolah dasar, dan 40 persen guru sekolah menengah pertama dan atas serta kejuruan negeri.

Adapun guru berstatus honorer mencapai 2.500 orang. Sebetulnya, kata dia, pihaknya mengalami kekurangan guru yang berstatus pegawai negeri. Untuk sekolah dasar masih dibutuhkan sekitar 1.000 guru lagi, karena jumlah sekolah di wilayah Kota Bekasi cukup banyak.

Sementara tingkat SMP masih membutuhkan sebanyak 300 orang. Sedangkan untuk jenjang SMA/SMKN masih membutuhkan jumlah ideal sebanyak 650 guru. Untuk itu, pihaknya akan mengusulkan ke pemerintah pusat agar ada guru pengganti guru pensiun tersebut.

Sekretaris Disdik Kota Bekasi Dedi Junaedi menambahkan, sebagai ganti guru yang pensiun, pihaknya menunggu dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

"Pusat yang dapat menerima pegawai negeri baru tersebut, kami akan usulkan secepatnya," tambahnya.

Dedi berharap, pemerintah pusat memberikan tenaga pendidik baru. Jika masih kekurangan, sekolah berusaha mengatasi kekurangan tenaga pendidik dengan mempekerjakan guru honorer yang ada. "Harus ada guru PNS baru," tukasnya.

PILIHAN:

Sukabumi Kekurangan Tenaga Guru


Bangkalan Kekurangan 3.000 Guru SD

Solo Kekurangan Guru SD dan Tenaga Kesehatan
(mhd)
Berita Terkait
Letusan Kasus Pelecehan...
Letusan Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Menggemparkan
Kasus Rudapaksa Dokter...
Kasus Rudapaksa Dokter PPDS, Menkes: Pendidikan Kedokteran Perlu Dibenahi
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
KPK Sebut Pendidikan...
KPK Sebut Pendidikan di Indonesia Masih Berorientasi Uang
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
42 menit yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
2 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
2 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
3 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
3 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved