Kekeringan, Air Kotor untuk Masak

Sabtu, 27 Juni 2015 - 09:19 WIB
Kekeringan, Air Kotor...
Kekeringan, Air Kotor untuk Masak
A A A
SLAWI - Kekeringan akibat musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal. Warga bahkan harus mengais air di sungai yang mengering untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Hal itu dilakukan warga di Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi. Setiap hari warga harus bolak-balik ke Sungai Cenang yang melintasi desa untuk mengambil air sungai yang masih tersisa. Padahal kondisi air sudah kotor dan keruh karena bercampur lumpur. Salah seorang warga RT 01/RW 05 Desa Jatimulya, Ayunah, 37, mengaku terpaksa mengambil air dari sungai karena sumur miliknya sudah tidak dapat mengeluarkan air.

“Airnya untuk mandi, mencuci, dan masak,” ucapnya kemarin. Untuk memenuhi kebutuhan air dalam sehari, Ayunah harus antre sejak pukul 05.00 WIB dan pukul 15.00 WIB. Lantaran harus antre dan kondisi sungai yang sudah kering, butuh waktu hingga 3 jam untuk mendapatkan air sebanyak dua jeriken ukuran sekitar 20 liter. “Di sini tidak ada mata air, jadi sebisanya nyari air di mana. Kalau tidak, ya tidak mandi, tidak nyuci, dan masak,” ujarnya. Untuk kebutuhan minum, Ayunah dan warga lain harus membeli dengan harga Rp1.000 per jeriken.

“Kalau untuk minum tidak berani karena kotor. Harapannya ada bantuan air bersih biar tidak terus-terusan ngambilair kotor,” kata Ayunah. Hal senada diungkapkan Tohari, 42. Kesulitan mendapatkan air bersih sudah berlangsung selama dua pekan dan selalu berlangsung setiap kali musim kemarau datang. “Kalau musim hujan kebanjiran, kalau musim kemarau susah dapat air,” ujarnya kemarin.

Warga lainnya, Kiswoyo, mengatakan bahwa warga pernah mengandalkan air dari PAM swasta. Namun, saat ini sudah tidak lagi bisa digunakan karena sudah tidak bisa lagi mengeluarkan air. “Ngebornya hanya sedalam 50 meter, jadi sudah tidak bisa lagi mengeluarkan air. Selain itu, karena warga yang menggunakan juga banyak. Kalau dalamnya cuma segitu, tidak cukup,” ungkapnya.

Akhir tahun lalu dilakukan pembangunan proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (Pamsimas). Namun, hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan oleh warga. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal Tedjo Kisworo mengatakan belum mendapatkan laporan dari aparat pemerintah setempat terkait kesulitan air bersih yang dialami warga.

“Kami harap kepala desa atau camat bisa segera melaporkan kondisi agar kami punya data untuk mengupayakan bantuan dropping air bersih secepatnya,” katanya saat dihubungi kemarin. Pemkab memiliki dana untuk bantuan dropping air bersih tiap tahun. Pengguna anggarannya Bagian Ke-sejahteraan Rakyat (Kesra) dengan dana Rp50 juta. Tedjo juga mengaku sejauh ini belum menerima laporan krisis air bersih di kecamatankecamatan lain. Berdasarkan data BPBD, wilayah yang rawan kekeringan saat musim kemarau, di antaranya Kecamatan Suradadi, Warureja, Kedungbanteng, dan Jatinegara.

“Kami sudah sering sampaikan ke kepala desa dan camat dalam berbagai kesempatan agar segera lapor jika wilayahnya dilanda kekeringan dan butuh air bersih. Tapi saat ini kami belum terima laporan,” pungkasnya.

Farid firdaus
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
38 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved