Kekeringan, Warga Tegal Gunakan Air Kotor untuk Masak

Sabtu, 27 Juni 2015 - 04:00 WIB
Kekeringan, Warga Tegal...
Kekeringan, Warga Tegal Gunakan Air Kotor untuk Masak
A A A
TEGAL - Kekeringan akibat musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal. Warga bahkan harus mengais air kotor di sungai yang mengering untuk memenuhi kebutuhan air sehar-hari.

Hal itu dilakukan warga di Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi. Setiap hari warga harus bolak balik ke sungai Cenang di desa setempat untuk mengambil endapan air sungai. Padahal kondisi air sudah kotor dan keruh karena bercampur lumpur.

Salah seorang warga RT 01/ RW 05 Desa Jatimulya, Ayunah (37) mengaku terpaksa mengambil air dari sungai karena sumur miliknya sudah tidak dapat mengeluarkan air. "Airnya untuk mandi, mencuci, dan masak," kata Ayunah, Jumat (26/6/2015).

Untuk memenuhi kebutuhan air dalam sehari, Ayunah harus antre pada pagi hari sejak pukul 05.00 WIB dan sore hari sejak pukul 15.00 WIB .

Lantaran harus antre dan kondisi sungai yang sudah kering, butuh waktu hingga 3 jam untuk mendapatkan air sebanyak dua jeriken ukuran sekitar 20 liter.

"Di sini tidak ada mata air jadi sebisanya nyari air di mana. Kalau tidak ya tidak mandi, tidak nyuci dan masak," ujarnya.

Sedangkan untuk kebutuhan minum, Ayunah dan warga lain harus membeli dengan harga Rp 1.000 per jerigen. "Kalau untuk minum tidak berani karena kotor. Harapannya ada bantuan air bersih biar tidak terus-terusan ngambil air kotor," imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Tohari (42). Dia mengatakan, kesulitan mendapatkan air bersih sudah berlangsung selama dua pekan dan selalu berlangsung setiap kali musim kemarau datang. "Kalau musim hujan kebanjiran, kalau musim kemarau susah dapat air," tuturnya.

Warga lainnya, Kiswoyo mengatakan, warga pernah mengandalkan air dari PAM swasta. Namun saat ini sudah tidak digunakan karena sudah tidak bisa lagi mengeluarkan air.

"Ngebornya hanya sedalam 50 meter jadi sudah tidak bisa lagi mengeluarkan air. Selain itu karena warga yang menggunakan juga banyak. Kalau dalamnya cuma segitu, tidak cukup. Selain Jatimulya, Desa Harjosari juga mengalami kesulitan air bersih," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
19 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
2 jam yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
2 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved