Jalan Lintas Sumatera Jadi Ancaman Pemudik

Rabu, 24 Juni 2015 - 08:54 WIB
Jalan Lintas Sumatera...
Jalan Lintas Sumatera Jadi Ancaman Pemudik
A A A
BATURAJA - Dinas Perhubungan OKU meminta peme rintah pusat atau Balai Besar wilayah Sumsel, untuk segera memperbaiki Jalan Lintas Sumatera di wilayah mereka.

Karena kondisi jalan tersebut rusak parah dan terus menjadi ancaman bagi pengguna jalan, terutama pada arus mudik atau balik Lebaran. “Seperti jalan lintas yang menghubungkan Baturaja- Muaraenim dan Baturaja-Prabumulih, kondisinya rusak parah. Jalan dengan lubang ber - diameter lebar dan dalam. Ini jelas membahayakan pengendara, terutama bagi mereka yang hendak pulang kampung untuk berlebaran,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan OKU Firmansyah, kemarin.

Firmansyah menjelaskan, untuk memantau rawan kecelakaan maupun kemacetan, pihaknya telah menurunkan staf, agar daerah yang dianggap rawan segera diinventarisasi dan dilaporkan ke atasan. Data tersebut juga, agar daerah ra - wan mendapat pen jagaan dan juga disiagakan alat berat. Hal yang menurutnya ironi, justru Jalan Lintas Sumatera di dalam kota tepatnya di Jalan Dr M Hatta, ada kurang lebih 20 meter dan lebar 15 yang kondisinya rusak parah.

Mirisnya perbai kan yang dilakukan, hanya ditimbun dengan batu koral dan pasir. Padahal, itu hanya bisa ber tahan dalam hitungan hari saja, kemudian kembali membentuk kubangan terlebih usai diguyur hujan. “Terutama jalan yang rusak parah, hen dak nya segera dicari jalan keluar. Jangan sampai, perjalanan arus mudik tahun ini di daerah yang kondisi jalannya rusak parah memakan korban. Sekarang jalan ini terus menjadi penyebab kemacetan. Apalagi arus kendaraan padat di jam-jam kerja,” jelasnya.

Firmansyah melanjutkan, untuk titik rawan kemacetan pada puncak arus mudik Le-ba - ran mendatang, diperkirakan terjadi di beberapa titik Pasar Lontar, Desa Batanghari, dan Tangsi Lontar, Kecamatan Pengandonan, kemudian di simpang empat Sukajadi. “Titik-titik tersebutme mangsudahmenjadi lang ganan tiap tahun nya, apalagi untuk di Desa Tang si Lontar dan Batanghari, ter dapat pasar tumpah sehingga memakan badan jalan,” tukasnya.

“Semua ini sudah kita bicarakan dengan institusi ter - kait. Supaya, kemungkinan-ke - mungkinan yang tidak kita inginkan dapat diantisipasi secara dini. Termasuk juga akan rawan kejahatan,” tandasnya. Secara terpisah, Sukardi, 46, sopir angkutan desa mengaku, ketidaktegasan pemerintah me nertibkan angkutan batu bara yang beroperasi di daerah itu, terus menjadi penyumbang terbesar kerusakan jalan.

“Mereka (angkutan batu bara) itu lah beban bagi jalan, karena yang dibawanya sangat besar. Bisa kita perhatikan saat me lintas, terlihat pijakan bannya bergelumbang dan menim bul kan getaran. Inilah yang me nimbulkan rusaknya jalan de ngan cepat,” keluhnya.

Ibrahim arsyad
(ars)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
8 menit yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
15 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
25 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
34 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved