Kajati Jateng Pastikan Tersangka Baru Kasus Bansos

Senin, 22 Juni 2015 - 18:58 WIB
Kajati Jateng Pastikan...
Kajati Jateng Pastikan Tersangka Baru Kasus Bansos
A A A
SEMARANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah memastikan adanya tersangka baru kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) kemasyarakatan Provinsi Jawa Tengah 2011.

Informasi yang dihimpun penetapan tersangka baru ini terkait adanya nota dinas dari Biro Keuangan Pemprov Jawa Tengah tentang rekomendasi penerima dana bansos dan ternyata menyimpang. Ini terkait tidak diverifikasinya proposal yang masuk.

Saat itu diketahui Kepala Biro Keuangan Pemprov Jateng dijabat Agus Suranto yang kini menjabat Kepala Biro Pembangunan Daerah (Bangda) Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Hartadi, membenarkan adanya hal itu.

“Sebetulnya hari ini memang mau dilakukan ekspose (internal penyidik) untuk peningkatan status tersangka. Tapi, tadi kurang (penyidiknya) jadi ditunda, kalau enggak besok ya Rabu. Untuk peningkatan status (dari saksi ke tersangka),” ungkap Hartadi saat diwawancarai di Kantor Kejati Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Senin (22/6/2015).

Saat ditanyakan apakah rencana peningkatan status tersangka itu adalah untuk saksi Agus Suranto, Hartadi tak membantahnya. “Nanti dilihat saja ya,” tambah Hartadi.

Diketahui, hasil audit BPKP Jawa Tengah, penyimpangan dana bansos itu didominasi proposal fiktif. Indikasi penyimpangan uang negara itu mencapai Rp26,8 miliar.

Penyidik Pidana Khusus Kejati Jateng menemukan bukti-bukti kuat ada pengajuan proposal melalui jalur Biro Keuangan dalam bentuk nota dinas.

Proposal yang dikirim dengan nota dinas biro keuangan ini tidak dilakukan pengkajian. Alasannya, jalur permohonan bansos melalui nota dinas Kepala Biro Keuangan adalah kebijakan pimpinan, sehingga tidak perlu dikaji lagi.

Terpisah, Asisten Pidana Khusus Kejati Jawa Tengah Jhonny Manurung mengatakan pihaknya juga akan fokus mencari tahu uang Rp26,5 miliar yang menyimpang itu.

“Akan ditelusuri, kemana saja larinya (uang itu),” timpalnya.

Pada perkara ini sudah ditetapkan tersangka dan ditahan dua pejabat di Pemprov Jateng. Yakni Kepala Bagian Kesejahteraan dan Bencana Alam di Biro Bansos Provinsi Jateng, Joko Suryanto. Saat itu Joko Suryanto adalah ketua tim verifikasi proposal.

Staf Ahli Gubernur Jateng Joko Mardiyanto juga sudah ditahan. Saat itu Joko Mardiyanto adalah penasihat tim verifikasi proposal. Ada enam tersangka lain, namun mereka adalah swasta, para mantan aktivis mahasiswa.
(sms)
Berita Terkait
Diduga Korupsi Bansos,...
Diduga Korupsi Bansos, KPK Tangkap Pejabat Kemensos
KPK Periksa Pejabat...
KPK Periksa Pejabat Kemensos terkait Korupsi Bansos Presiden
KPK Tangkap Pejabat...
KPK Tangkap Pejabat Kemensos, Diduga Terkait Korupsi Bansos
Dalami Korupsi Bansos...
Dalami Korupsi Bansos Covid-19, KPK Panggil Pejabat Kemensos
Mensos Juliari Batubara...
Mensos Juliari Batubara Menambah Jumlah Menteri yang Ditangkap KPK
Cita Citata Siap Kembalikan...
Cita Citata Siap Kembalikan Honor Manggungnya Jika Diminta KPK
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
7 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
7 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
9 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
10 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
11 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved