DKI Bantu PT KAI Tangani Masalah KCJ

Senin, 22 Juni 2015 - 04:11 WIB
DKI Bantu PT KAI Tangani...
DKI Bantu PT KAI Tangani Masalah KCJ
A A A
JAKARTA - Sadar akan pentingnya Kereta Commuter Jakarta (KCJ) dalam membantu mobilitas masyarakat di Jakarta, membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berwacana untuk membantu operasional Kereta Commuter Jakarta (KCJ).

Ahok ingin sambil menunggu moda transportasi lainnya rampung dan terintegrasi, KCJ dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat dari dan menuju Jakarta.

Ahok tak menampik, hingga saat ini dalam menjalankan operasionalnya KCJ masih dihadapi segudang masalah, mulai dari banyaknya perlintasan liar, belum stabilnya jarak antar kereta dan waktu tempuh, hingga masih banyaknya stasiun yang belum terintegritas dengan moda transportasi lain, salah satunya TransJakarta.

“Saya sudah bilang ke KCJ, kalau anda mau setiap 2,5 menit kereta lewat, lakuian saja. Orang Macet cuekin saja. Yang penting anda penuhi saja standar itu. Bagaimanapun juga KRL merupakan esensi yang tepat dari kota,” ujar Ahok, usai melaunching Gerbong KRL Tematik HUT Jakarta 488 di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2015).

Mantan Bupati Belitung Timur itu menyampaikan, demi menjadikan perjalanan kereta menjadi lancar, dirinya ingin Jakarta tidak ada lagi perlintasan liar maupun sebidang. Karenanya, dia berkomitmen untuk membantu KAI untuk menghapus perlintasan liar dengan mininggikan jalan kereta maupun membuat underpass jalan kendaraan.

Cara semacam itu, kata Ahok, sangat efektif demi menghindari pengunduran waktu bila terjadinya keterlambatan jadwal kereta ketika adanya gangguan di sekitar rel, seperti kecelakaan.

“Jadi begini, kalau ada kereta nabrak orang atau mobil, yang salah bukan kereta, tapi orang itu. Perlintasan liar tidak bisa kita hindari saat ini, maka kami cenderung akan mulai naikan kereta keatas,” ucap Ahok.

Tak hanya itu, Ahok ingin kedepannya proyek penambahan jalan di Jakarta tidak lagi terfokus untuk kendaraan bermotor. Dirinya ingin, APBD yang akan datang, Pemrov DKI melakukan proyek penambahan rasio jalan berbasis rel.

Ahok yakin, selain harga rel sangat murah, kehadiran rel dapat membantu DKI dalam menguraikan macet di masa akan datang. Karenanya dirinya ingin, kedepanya KRL menjadi transportasi yang digemari. Sembari menunggu MRT rampung ditahun 2022.

"MRT fokus di pinggir, kaya barat-timur dan selatan-utara. Tengah-tengahnya yah KRL," jelas Ahok.
(san)
Berita Terkait
Perbedaan Kondisi KRL...
Perbedaan Kondisi KRL Dulu dan Sekarang
Besok Malam, 70 Perjalanan...
Besok Malam, 70 Perjalanan KRL Commuter Line Dibatalkan
Pembatasan Layanan,...
Pembatasan Layanan, KRL Hanya Beroperasi Sampai Pukul 20.00 WIB
Mulai Besok PT KAI Tambah...
Mulai Besok PT KAI Tambah Perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek di Jam Sibuk
Jadwal KRL Commuter...
Jadwal KRL Commuter Line Bakal Terganggu Selama 4 Hari, KAI Ungkap Sebabnya
KCI Tegaskan 18 April...
KCI Tegaskan 18 April 2020, KRL Commuter Line Tetap Beroperasi
Berita Terkini
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
9 menit yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
2 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
9 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
9 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
9 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved