BBPOM Temukan Gudang Susu Formula Impor Ilegal

Jum'at, 19 Juni 2015 - 19:45 WIB
BBPOM Temukan Gudang...
BBPOM Temukan Gudang Susu Formula Impor Ilegal
A A A
BANDUNG - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandung menemukan sebuah gudang penyimpanan produk makanan import ilegal, di Jalan Oto Iskandardinata (Otista), No 351, Kota Bandung.

Kepala BBPOM Kota Bandung Abdul Rahim mengatakan, pengungkapan tersebut dalam rangka pengawasan pangan saat Bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Biasanya jelang Lebaran konsumsi pangan itu meningkat, sehingga kami intensifkan pengawasan. Hal-hal yang kami fokuskan di antaranya pangan tanpa izin edar, izin impor, serta label-label pelengkap dalam kemasan,” tuturnya, kepada wartawan di lokasi penggerebegan, Jumat (19/6/2015).

Dalam penggerebegan kali ini, pihaknya menemukan sebuah gudang yang menyimpan makanan impor yang diduga kuat tidak memiliki izin edar.

Dari gudang tersebut, pihaknya menemukan 11 jenis makanan seperti susu formula, coklat batangan, selai, dan makanan bayi. Semua barang tersebut berasal dari luar negeri seperti Amerika, China, dan Jerman.

“Untuk isi atau komposisi 11 produk tersebut kami belum bisa pastikan palsu, jelek, atau seperti apa. Yang jelas produk-produk ini ilegal,” jelasnya.



Disinggung soal pemasaran barang-barang ilegal, Abdul mengatakan, sistem penjualan dilakukan secara online terhadap perseorangan. Namun pihaknya masih medalami dugaan barang tersebut didistribusikan ke pasar tradisional dan swalayan.

“Temuan sementara barang-barang ini dijual secara online langsung ke pengguna (konsumen). Kalau harga, harga yang dijual lebih murah dari pasaran,” bebernya.

Untuk kepentingan penyelidikan, pihak BBPOM Kota Bandung telah mengamankan beberapa sample untuk dilakukan pengecekan terutama dari isi produk. Selain itu, pihaknya juga masih mencari pemilik gudang untuk dimintai keterangannya.

“Jika terbukti bersalah, pemilik bisa dikenakan Undang-undang Pangan yang ancaman hukumannya dua tahun penjara dan denda Rp500 juta,” tegas Abdul.
(san)
Berita Terkait
Buka Peluang Impor Barang...
Buka Peluang Impor Barang China Mulai dengan Rp5 Juta
5 Produk Unggulan yang...
5 Produk Unggulan yang Diimpor Indonesia dari Rusia
Ducking.id: Aplikasi...
Ducking.id: Aplikasi Super Praktis untuk Import Barang Langsung dari China ke Indonesia
Persoalan Cadangan Beras...
Persoalan Cadangan Beras Indonesia Selalu Berulang Setiap Tahun
3 Negara Pemasok Barang...
3 Negara Pemasok Barang Impor Terbesar ke Indonesia, China Juaranya
Bikin UMKM Merana, Pengusaha...
Bikin UMKM Merana, Pengusaha Minta Berantas Jastip Barang Impor
Berita Terkini
Kemenhut Jerat Tersangka...
Kemenhut Jerat Tersangka Korporasi dalam Kasus Perambahan Hutan Lindung Tanjung Piayu
59 menit yang lalu
Perkuat Akses Kesehatan...
Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat, Rudy Susmanto Dorong Sinergi Sektor Swasta dan Pemkab Bogor
1 jam yang lalu
Dorong Birokrasi Profesional,...
Dorong Birokrasi Profesional, Bupati Bogor Terapkan Seleksi Terbuka Berbasis Sistem Merit
1 jam yang lalu
Bekasi Coastal Gravel...
Bekasi Coastal Gravel 2026 Suguhkan Sensasi Event Sepeda Gravel di Jalur Pesisir
2 jam yang lalu
KSOP Utama Tanjung Priok...
KSOP Utama Tanjung Priok Dukung Transformasi Green Port JICT
2 jam yang lalu
Karhutla Landa Sejumlah...
Karhutla Landa Sejumlah Wilayah di Pulau Jawa, 11,4 Hektare Lahan Terbakar
2 jam yang lalu
Infografis
Arkeolog Temukan Wajah...
Arkeolog Temukan Wajah Asli Pribumi Eropa Barat dari dalam Gua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved