Warga Resah, Merica Palsu Ditemukan di Pasar Pleret
Kamis, 18 Juni 2015 - 16:07 WIB
Warga Resah, Merica Palsu Ditemukan di Pasar Pleret
A
A
A
PLERET - Sejumlah pedagang dan pembeli di Pasar Pleret, Kecamatan Pleret, dibuat resah. Dalam seminggu terakhir, beredar merica palsu yang masuk ke pasar ini.
Temuan itu sudah dilaporkan ke Kantor Pengelola Pasar (KPP). Meski sudah seminggu lebih, belum ada tindak lanjut. Bahkan, sejumlah pedagang pasar yang ditemui enggan berkomentar dan tutup mulut.
Seorang petugas kebersihan di Pasar Pleret, Romadon mengatakan, seminggu lalu, yaitu ketika bangunan pasar baru tersebut diresmikan, salah satu pedagang curiga dengan tekstur merica palsu yang dia beli sebelumnya.
"Pedagang itu ketakutan, dan bilang ke saya," tuturnya, kepada wartawan, Kamis (18/6/2015).
![Warga Resah, Merica Palsu Ditemukan di Pasar Pleret]()
Berdasarkan penuturan pedagang yang dia dapat, pedagang tersebut mendapatkan merica dari pengecer yang menyetor ke tempatnya. Pedagang tersebut membeli dari pengecer sebanyak 10 kilogram, namum setelah dijual dikeluhkan oleh pembeli.
Temuan pedagang itu langsung dilaporkan ke petugas pasar dan Kantor Pengelola Pasar (KPP). Setelah itu, barang bukti sebagian disita oleh petugas pengelola pasar dan telah dibawa ke KPP Bantul.
Konon, barang bukti merica palsu tersebut akan diteliti ke laboratorium. "Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut," terangnya.
Seorang staf Pasar Pleret, Saryono membenarkan adanya dugaan penemuan merica palsu tersebut. Beberapa waktu lalu sudah ada pedagang yang melaporkan ke petugas pasar dan pihaknya sudah menyerahkan sampel merica tersebut ke KPP Bantul.
"Pedagangnya itu justru yang merasa ketipu. Dia tidak berani menjual dan sampai sekarang masih disimpan," paparnya.
Dari sisi tekstur, Saryono mengakui jika memang merica-merica palsu tersebut sangat berbeda. Meski ukurannya sama, namun jika dipegang kulitnya lebih halus dan tidak ada tekstur (garis-garis) seperti merica asli yang mengkerut karena dijemur.
![Warga Resah, Merica Palsu Ditemukan di Pasar Pleret]()
Selain itu, jika merica biasanya dipegang kulitnya mengelupas, merica ini tidak. Warna merica palsupun lebih cerah dibanding dengan yang asli. Tak hanya itu, merica palsu ternyata lebih keras dibanding dengan yang asli.
Dan ketika dipecah dengan batu, pecahannya menggumpal seperti adukan semen atau terigu yang keras. Dan warna bagian dalam merica putih, serta kulitnya cokelat muda.
"Baunya kadang ada aroma merica kadang tidak. Mungkin bau merica, karena sedikit dicampur dengan yang asli," paparnya.
Terpisah, Kepala Bagian Pendapatan Kantor Pengelola Pasar Bantul Bestari Setyorini mengatakan, pihaknya memang sudah menerima sampelnya untuk diuji di laboratorium. Namun untuk pengujian tersebut yang melakukan adalah Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop).
"Sampai saat ini, kami belum menerima hasil uji laboratorium tersebut. Kami tidak tahu sudah diujikan atau belum," pungkasnya.
Sementara itu, mKepala Disperindagkop Bantul Sulistyanto mengaku belum mendapatkan laporan perihal merica palsu tersebut. Jika sudah mendapat laporan, dia akan memerintahkan anak buahnya untuk segera mengeceknya di lapangan.
Dia justru mempertanyakan kepada pihak-pihak yang mengatakan merica itu palsu, sebab perlu uji laboratorium. "Yang mengatakan palsu itu siapa. Harus diuji dulu di laboratorium," pungkasnya.
Temuan itu sudah dilaporkan ke Kantor Pengelola Pasar (KPP). Meski sudah seminggu lebih, belum ada tindak lanjut. Bahkan, sejumlah pedagang pasar yang ditemui enggan berkomentar dan tutup mulut.
Seorang petugas kebersihan di Pasar Pleret, Romadon mengatakan, seminggu lalu, yaitu ketika bangunan pasar baru tersebut diresmikan, salah satu pedagang curiga dengan tekstur merica palsu yang dia beli sebelumnya.
"Pedagang itu ketakutan, dan bilang ke saya," tuturnya, kepada wartawan, Kamis (18/6/2015).

Berdasarkan penuturan pedagang yang dia dapat, pedagang tersebut mendapatkan merica dari pengecer yang menyetor ke tempatnya. Pedagang tersebut membeli dari pengecer sebanyak 10 kilogram, namum setelah dijual dikeluhkan oleh pembeli.
Temuan pedagang itu langsung dilaporkan ke petugas pasar dan Kantor Pengelola Pasar (KPP). Setelah itu, barang bukti sebagian disita oleh petugas pengelola pasar dan telah dibawa ke KPP Bantul.
Konon, barang bukti merica palsu tersebut akan diteliti ke laboratorium. "Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut," terangnya.
Seorang staf Pasar Pleret, Saryono membenarkan adanya dugaan penemuan merica palsu tersebut. Beberapa waktu lalu sudah ada pedagang yang melaporkan ke petugas pasar dan pihaknya sudah menyerahkan sampel merica tersebut ke KPP Bantul.
"Pedagangnya itu justru yang merasa ketipu. Dia tidak berani menjual dan sampai sekarang masih disimpan," paparnya.
Dari sisi tekstur, Saryono mengakui jika memang merica-merica palsu tersebut sangat berbeda. Meski ukurannya sama, namun jika dipegang kulitnya lebih halus dan tidak ada tekstur (garis-garis) seperti merica asli yang mengkerut karena dijemur.

Selain itu, jika merica biasanya dipegang kulitnya mengelupas, merica ini tidak. Warna merica palsupun lebih cerah dibanding dengan yang asli. Tak hanya itu, merica palsu ternyata lebih keras dibanding dengan yang asli.
Dan ketika dipecah dengan batu, pecahannya menggumpal seperti adukan semen atau terigu yang keras. Dan warna bagian dalam merica putih, serta kulitnya cokelat muda.
"Baunya kadang ada aroma merica kadang tidak. Mungkin bau merica, karena sedikit dicampur dengan yang asli," paparnya.
Terpisah, Kepala Bagian Pendapatan Kantor Pengelola Pasar Bantul Bestari Setyorini mengatakan, pihaknya memang sudah menerima sampelnya untuk diuji di laboratorium. Namun untuk pengujian tersebut yang melakukan adalah Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop).
"Sampai saat ini, kami belum menerima hasil uji laboratorium tersebut. Kami tidak tahu sudah diujikan atau belum," pungkasnya.
Sementara itu, mKepala Disperindagkop Bantul Sulistyanto mengaku belum mendapatkan laporan perihal merica palsu tersebut. Jika sudah mendapat laporan, dia akan memerintahkan anak buahnya untuk segera mengeceknya di lapangan.
Dia justru mempertanyakan kepada pihak-pihak yang mengatakan merica itu palsu, sebab perlu uji laboratorium. "Yang mengatakan palsu itu siapa. Harus diuji dulu di laboratorium," pungkasnya.
(san)