Imbang Lawan PSIS, Persis Melaju Semifinal
Senin, 15 Juni 2015 - 09:32 WIB
Imbang Lawan PSIS, Persis Melaju Semifinal
A
A
A
SOLO - Persis Solo memastikan tiket semifinal Turnamen Polda Jateng Cup, setelah ditahan imbangPSIS Semarang1-1, diStadion Manahan, Solo, kemarin.
Gol PSIS dicetak oleh M Taufik di menit ke- 86. Adapun gol tuan rumah dilesakkan oleh Anggo Julian dimenit ke-97, melalui titik putih. Persis mengantongi poin 7, sama dengan Persijap Jepara yang mengoleksi 7. Persijap menang 1-0, saat menjamu PSIR, pada saat yang sama. Hanya Persis unggul agregat gol. Kendati bisa meraih tiket babak empat besar, Pelatih Persis Aris Budi Sulistyo mengaku kurang puas dengan performa anak asuhnya.
“Ini pertandingan beban buat pemain. Kita harus menang, yang menentukan kita sendiri sehingga konsentrasiagakkurang," kataAris Budi usai laga. Menurut Aris, akibat konsentrasi yang kurang, koordinasiantarlinitidakberjalanmaksimal. “Passing antarlini tidak berjalan maksimal. Performa Andrid hari ini off, kurang bisa memberi kontribusi ke tim,” kata Aris. Diamemujiperformatimtamu yang tampil all out. Ini perlu dicontoh anak asuhnya jika bermain di luar.
“Pemain PSIS masih muda dan punya mental bertanding bagus di kandang lawan,” terangnya. Pertandingan sore kemarin berjalan dengan tensi tinggi dan menjurus kasar. Akibatnya pertandingan sempat terhenti pada menit ke-64 setelah kapten PSIS Fauzan Fajri memukul Nanang Asripin. Wasit Dwi Purba dari Kudus langsung menghadiahi kartu merah kepada Fauzan, yang sebelumnyasempat dikejartimtuanrumah yang mencoba membalas pukulan.
Tampil dengan 10 pemain, Mahesa Jenar yang sudah lolos ke semifinal tetap trengginas dan makin merepotkan tuan rumah. Saddam Husein yang terjatuh didaerah terlarang PSIS setelah dikawal pemain belakang PSIS berujung penalti. Anggo Julian sukses mengeksekusi penalti. Pelatih PSIS Semarang M Dofir kecewa dengan keputusan-keputusan wasit yang menguntungkan tuanrumah. Haliniterlihat mencolok setelah paruh pertandingan. “Pada babak kedua, wasit sudah 90 derajat. Kasihan pemain, mereka jadi berkelahi di lapangan,ini sangat disayangkan,” kata dia.
Menurut dia, seharusnya kemenangantidakdilakukandengan segala cara. “Masyarakat butuh tontonan yang menarik. Harusnya menang atau kalah berjalan fair play,” ucapnya. General Manager PSIS Kairul Anwar tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. “Padahal Dwi Purba itu wasit lisensi FIFA. Wasit sekaliber FIFA harusnya siap memimpin pertandingan dengan tensi tinggi,” katanya.
Arif purniawan
Gol PSIS dicetak oleh M Taufik di menit ke- 86. Adapun gol tuan rumah dilesakkan oleh Anggo Julian dimenit ke-97, melalui titik putih. Persis mengantongi poin 7, sama dengan Persijap Jepara yang mengoleksi 7. Persijap menang 1-0, saat menjamu PSIR, pada saat yang sama. Hanya Persis unggul agregat gol. Kendati bisa meraih tiket babak empat besar, Pelatih Persis Aris Budi Sulistyo mengaku kurang puas dengan performa anak asuhnya.
“Ini pertandingan beban buat pemain. Kita harus menang, yang menentukan kita sendiri sehingga konsentrasiagakkurang," kataAris Budi usai laga. Menurut Aris, akibat konsentrasi yang kurang, koordinasiantarlinitidakberjalanmaksimal. “Passing antarlini tidak berjalan maksimal. Performa Andrid hari ini off, kurang bisa memberi kontribusi ke tim,” kata Aris. Diamemujiperformatimtamu yang tampil all out. Ini perlu dicontoh anak asuhnya jika bermain di luar.
“Pemain PSIS masih muda dan punya mental bertanding bagus di kandang lawan,” terangnya. Pertandingan sore kemarin berjalan dengan tensi tinggi dan menjurus kasar. Akibatnya pertandingan sempat terhenti pada menit ke-64 setelah kapten PSIS Fauzan Fajri memukul Nanang Asripin. Wasit Dwi Purba dari Kudus langsung menghadiahi kartu merah kepada Fauzan, yang sebelumnyasempat dikejartimtuanrumah yang mencoba membalas pukulan.
Tampil dengan 10 pemain, Mahesa Jenar yang sudah lolos ke semifinal tetap trengginas dan makin merepotkan tuan rumah. Saddam Husein yang terjatuh didaerah terlarang PSIS setelah dikawal pemain belakang PSIS berujung penalti. Anggo Julian sukses mengeksekusi penalti. Pelatih PSIS Semarang M Dofir kecewa dengan keputusan-keputusan wasit yang menguntungkan tuanrumah. Haliniterlihat mencolok setelah paruh pertandingan. “Pada babak kedua, wasit sudah 90 derajat. Kasihan pemain, mereka jadi berkelahi di lapangan,ini sangat disayangkan,” kata dia.
Menurut dia, seharusnya kemenangantidakdilakukandengan segala cara. “Masyarakat butuh tontonan yang menarik. Harusnya menang atau kalah berjalan fair play,” ucapnya. General Manager PSIS Kairul Anwar tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. “Padahal Dwi Purba itu wasit lisensi FIFA. Wasit sekaliber FIFA harusnya siap memimpin pertandingan dengan tensi tinggi,” katanya.
Arif purniawan
(ars)