Kuncinya Fokus dan Cukup Istirahat
Jum'at, 12 Juni 2015 - 09:43 WIB
Kuncinya Fokus dan Cukup Istirahat
A
A
A
Surprise! Itu yang dirasakan dara cantik, Arista Adriani, 15, setelah dinyatakan menempati urutan terbaik kedua hasil UN SMP/MTs se-DIY tahun ini. Dia tak menyangka bisa turut mengharumkan nama sekolahnya, SMPN 8 Yogyakarta, dengan menempati posisi bergengsi tersebut.
Apalagi sejak awal Arista tidak mengincar target muluk-muluk. Gadis manis pasangan Chandra Dwi Nugraha, 47, dan Radijanti Anggraheni, 46, ini memang dikenal pandai di sekolahnya. Dia termasuk salah satu yang menjadi langganan dalam daftar 10 besar terbaik sekolahnya. Walaupun tidak di puncak, tapi itu cukup membuktikan kecerdasannya. Ini diperkuat hasil UN yang baru diumumkan.
Dari empat mata pelajaran, dia meraih nilai 396. Satu-satunya mata pelajaran yang Arista gagal meraih nilai sempurna hanya Bahasa Indonesia, sedangkan sisanya diraih dengan nilai sempurna 10. Dia tidak menyangka akan meraih prestasi tersebut, terutama soal nilai akhir yang didapat. Arista bercerita selama ujian berlangsung sedikit kerepotan saat mengerjakan soal Bahasa Inggris.
Baginya jawaban dari soal-soal yang diberikan agak membingungkan karena hampir sama. Namun dia lega karena pada mata pelajaran ini justru meraih nilai sempurna. “Saya senang, bangga. Sangat luar biasa, tidak menyangka bisa mencapai hasil ini. Sebelum ujian targetnya hanya meraih hasil terbaik, tidak ada yang khusus,” kata anak kedua dari tiga bersaudara ini merendah.
Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan untuk menghadapi UN. Gadis yang bercita-cita menjadi dosen ini mengaku hanya me-review (mengulang) pelajaran-pelajaran yang didapatnya selama proses belajar mengajar. Ditambah mengikuti bimbingan belajar untuk mematangkan pemahamannya. Namun bagi Arista justru bukan di situ kunci keberhasilannya.
Dia berhasil menempati urutan atas karena fokus dan istirahat cukup. Fokus belajar membuatnya lebih mudah memahami dan me-review seluruh materi pelajaran. Sementara istirahat cukup memberinya tenaga menyelesaikan ujian dengan baik. “Fokus saja dan istirahat cukup. Saat ujian saya tidak memforsi badan. Saya istirahat jam 10 agar esoknya badan bisa lebih fresh. Itu cukup membantu selama ujian,” katanya.
Berkat strategi itu, dia sanggup mengalahkan rekanrekannya di sekolah, bahkan rekannya yang pernah mewakili sekolah mengikuti olimpiade. Kini dia melihat sisi positif tidak pernah ikut olimpiade justru membuatnya bisa lebih fokus pada banyak pelajaran. Kini gadis manis yang do - yan menggambar itu tengah sibuk berlatih bersama rekanrekannya untuk persiapan tampil saat wisuda 16 Juni mendatang.
Setelah itu, Arista fokus melanjutkan studi. Dia berencana menyusul kakaknya melanjutkan pendidikan di SMA 1 Yogyakarta. “Saya ingin fokus studi, jadi pilih SMA 1. Kebetulan kakak juga sekolah di sana, jadi nyusul,” ujarnya. Sutarto, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 8 Yogyakarta, mengaku ada yang unik dari sekolahnya. Karena siswa yang masuk urutan terbaik tidak mesti siswa yang menempati urutan teratas di sekolah.
SODIK
Yogyakarta
Apalagi sejak awal Arista tidak mengincar target muluk-muluk. Gadis manis pasangan Chandra Dwi Nugraha, 47, dan Radijanti Anggraheni, 46, ini memang dikenal pandai di sekolahnya. Dia termasuk salah satu yang menjadi langganan dalam daftar 10 besar terbaik sekolahnya. Walaupun tidak di puncak, tapi itu cukup membuktikan kecerdasannya. Ini diperkuat hasil UN yang baru diumumkan.
Dari empat mata pelajaran, dia meraih nilai 396. Satu-satunya mata pelajaran yang Arista gagal meraih nilai sempurna hanya Bahasa Indonesia, sedangkan sisanya diraih dengan nilai sempurna 10. Dia tidak menyangka akan meraih prestasi tersebut, terutama soal nilai akhir yang didapat. Arista bercerita selama ujian berlangsung sedikit kerepotan saat mengerjakan soal Bahasa Inggris.
Baginya jawaban dari soal-soal yang diberikan agak membingungkan karena hampir sama. Namun dia lega karena pada mata pelajaran ini justru meraih nilai sempurna. “Saya senang, bangga. Sangat luar biasa, tidak menyangka bisa mencapai hasil ini. Sebelum ujian targetnya hanya meraih hasil terbaik, tidak ada yang khusus,” kata anak kedua dari tiga bersaudara ini merendah.
Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan untuk menghadapi UN. Gadis yang bercita-cita menjadi dosen ini mengaku hanya me-review (mengulang) pelajaran-pelajaran yang didapatnya selama proses belajar mengajar. Ditambah mengikuti bimbingan belajar untuk mematangkan pemahamannya. Namun bagi Arista justru bukan di situ kunci keberhasilannya.
Dia berhasil menempati urutan atas karena fokus dan istirahat cukup. Fokus belajar membuatnya lebih mudah memahami dan me-review seluruh materi pelajaran. Sementara istirahat cukup memberinya tenaga menyelesaikan ujian dengan baik. “Fokus saja dan istirahat cukup. Saat ujian saya tidak memforsi badan. Saya istirahat jam 10 agar esoknya badan bisa lebih fresh. Itu cukup membantu selama ujian,” katanya.
Berkat strategi itu, dia sanggup mengalahkan rekanrekannya di sekolah, bahkan rekannya yang pernah mewakili sekolah mengikuti olimpiade. Kini dia melihat sisi positif tidak pernah ikut olimpiade justru membuatnya bisa lebih fokus pada banyak pelajaran. Kini gadis manis yang do - yan menggambar itu tengah sibuk berlatih bersama rekanrekannya untuk persiapan tampil saat wisuda 16 Juni mendatang.
Setelah itu, Arista fokus melanjutkan studi. Dia berencana menyusul kakaknya melanjutkan pendidikan di SMA 1 Yogyakarta. “Saya ingin fokus studi, jadi pilih SMA 1. Kebetulan kakak juga sekolah di sana, jadi nyusul,” ujarnya. Sutarto, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 8 Yogyakarta, mengaku ada yang unik dari sekolahnya. Karena siswa yang masuk urutan terbaik tidak mesti siswa yang menempati urutan teratas di sekolah.
SODIK
Yogyakarta
(bbg)