Regu Penyelamat Evakuasi Warga Suku Tengger

Jum'at, 12 Juni 2015 - 03:02 WIB
Regu Penyelamat Evakuasi...
Regu Penyelamat Evakuasi Warga Suku Tengger
A A A
PROBOLINGGO - Warga suku Tengger yang bermukim di lereng Gunung Bromo dievakuasi dari kawasan permukiman menuju posko penampungan pengungsi. Evakuasi yang melibatkan tim penyelamat gabungan ini untuk mengantisipasi erupsi Gunung Bromo.

Sejumlah lansia, wanita hamil dan anak-anak, serta warga yang sakit menjadi prioritas tim penyelamat. Para korban ini dilarikan ke posko pengungsian menggunakan mobil ambulans dan mobil bak terbuka guna mendapat perlindungan dan perawatan medis.

Proses evakuasi warga ini merupakan bagian dari simulasi penyelamatan sekitar 30.000 kepala keluarga (KK) dari potensi erupsi Gunung Bromo.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, PMI, dan relawan bahu-membahu mengevakuasi penduduk suku Tengger dari daerah terdampak bencana letusan Gunung Bromo.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengungkapkan, simulasi penyelamatan warga ini sebagai upaya antisipasi siklus letusan Gunung Bromo.

Dalam dua dekade terakhir, siklus erupsi Gunung Bromo tercatat terjadi setiap lima hingga enam tahun sekali, yakni pada tahun 1994, 1996, 2000, 2004, dan terakhir pada 2010.

"Simulasi penyelamatan warga ini untuk mengetahui sejauh mana kesiapan tim gabungan melakukan proses evakuasi. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi letusan Gunung Bromo, tim gabungan dapat melakukan penyelamatan dengan benar dan tidak terjadi adanya korban," kata Dwijoko Nurjayadi, Kamis (11/6/2015).

Menurutnya, simulasi erupsi Gunung Bromo ini diharapkan dapat memberikan deteksi dini bencana alam. Simulasi ini juga memberikan pembelajaran kepada warga agar selalu mewaspadai potensi bencana dan prosedur penyelamatan diri.

"Sedikitnya ada 30.000 KK suku Tengger yang tinggal di lima kecamatan terancam menjadi korban jika terjadi erupsi Gunung Bromo. Pada erupsi lalu, tidak semua warga bersedia dievakuasi dengan alasan menjaga rumah dan harta bendanya," tandas Dwijoko.

Salah seorang warga suku Tengger, Maulita Agustina menyatakan, proses simulasi penyelamatan ini dianggap penting. Sehingga, jika erupsi Gunung Bromo benar terjadi, ia sudah mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri.
(zik)
Berita Terkait
Menegangkan! Relawan...
Menegangkan! Relawan Dikejar Api dan Nyaris Terjebak Kebakaran Gunung Bromo
BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan...
BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Erupsi Merapi
Embun Es Bromo Memikat...
Embun Es Bromo Memikat Wisatawan, Pengelola Beri Himbauan Penting
Kepala BNPB: Kebakaran...
Kepala BNPB: Kebakaran di Savana Bukit Teletubbies Gunung Bromo Sudah Padam
Miris, Perlu 5 Tahun...
Miris, Perlu 5 Tahun Ekosistem Bromo Benar-benar Pulih Usai Kebakaran Karena Flare
Salju di Bromo: Keajaiban...
Salju di Bromo: Keajaiban atau Tipuan Kristal Es? Sains di Balik Fenomena Beku yang Viral
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
59 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
1 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
1 jam yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
1 jam yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved