Mejuah-juah Jadi Tanda Penghormatan

Sabtu, 06 Juni 2015 - 09:48 WIB
Mejuah-juah Jadi Tanda...
Mejuah-juah Jadi Tanda Penghormatan
A A A
MEDAN - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Merga Silima Kota Medan menegaskan, mejuah-juah adalah salam khas suku Karo sebagai tanda penghormatan atau pemberian berkah kepada orang lain.

Bahkan, masyarakat Karo menggagas mejuah-juah menjadi salam khas bagi masyarakat Kota Medan layaknya pengganti kata halo. Kata mejuah-juah juga memiliki arti tentang keseimbangan dan keselarasan hidup, baik antara manusia dan manusia, antara manusia dan lingkungan, maupun antara manusia dengan Tuhannya.

Ketiga hal tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sekretaris DPD Pemuda Merga Silima Kota Medan, Permata Agustinus Ginting, menyayangkan judul berita tentang “Pesta Mejuah-juah” di KORAN SINDO MEDAN edisi Senin, 1 Juni 2015.

Dia meyakini kesalahan itu karena kekhilafan, tanpa ada maksud menyakiti perasaan masyarakat Karo. “Kami saat ini terus memperjuangkan mejuah-juah menjadi salam khas Kota Medan mengingat yang membuka Kota Medan adalah orang Karo, yakni Guru Patimpus Sembiring Pelawi.

Jangan hanya karena judul berita seperti ini, apa yang kami perjuangkan gagal,” ungkap Permata saat bertemu Kepala Redaksi KORAN SINDO MEDAN, Zailani Tanjung, di Kantor Redaksi KORAN SINDO MEDAN , Kamis (5/6). Permata didampingi Anggota DPD Pemuda Merga Silima Kota Medan, Adianto Bangun; dan Bendahara PAC Pemuda Merga Silima Medan Timur, Kartini beru Ginting, menjelaskan, jika judul berita menggunakan kata pesta di awal kalimat, pihaknya tidak terlalu mempersoalkan.

Namun, karena tidak ada, arti dan maknanya berubah sehingga terkesan mejuah- juah tidak mencerminkan budaya Karo. “Ini yang membuat kami sedikit bereaksi. Masalah pestanya, kami pun sependapat tidak mencerminkan budaya bila dengan kondisi saat ini, dimana masih terjadi erupsi Gunung Sinabung meskipun di satu sisi untuk menarik wisatawan datang ke Berastagi,” kata Permata.

Dengan adanya klarifikasi itu, Permata berharap tidak ada lagi kekeliruan di kemudian hari. Pemuda Merga Silima saat ini terus memperjuangkan Save Mejuah-juah sebagai salam bagi warga Kota Medan agar tidak hilang.

“Kami tidak mau ada kekeliruan atau kesalahan terhadap salam ini di kemudian hari nantinya,” ujarnya. Sementara Kepala Redaksi KORAN SINDO MEDAN, Zailani Tanjung, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Karo atas kesalahan pemenggalan judul sehingga menimbulkan arti berbeda. Ke depannya, kesalahan ini tidak akan terulang kembali.

Reza shahab
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
5 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved