Ibu Sakit Jiwa, Bocah 8 Tahun Ini Terpaksa Mengemis

Rabu, 03 Juni 2015 - 09:54 WIB
Ibu Sakit Jiwa, Bocah...
Ibu Sakit Jiwa, Bocah 8 Tahun Ini Terpaksa Mengemis
A A A
JOMBANG - Malang nasib Deka Dwi Mahardika, bocah 8 tahun putra kedua dari Nurhayati (32), warga Dusun Tebu Ireng Desa Cukir Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Pasalnya disaat teman sebayanya pergi sekolah, Deka hanya duduk termenung dan sesekali berjalan ke depan makam Gus Dur untuk mengemis dan mengharap belas kasih dari warga yang datang berziarah.

Deka mengaku tidak berani sekolah dan harus putus saat masih duduk di bangku kelas 1 SD, karena dilarang oleh ibunya yang diduga menderita gangguan jiwa sejak berpisah dengan sang ayah yang kini hidup di Blitar bersama kakaknya.

Menurut Deka, jika nekat sekolah ia justru dimarahi, bahkan para tetangganya yang membantu Deka sekolahpun tak luput dari amukan sang ibu.

Oleh sang ibu, Deka justru disuruh mengemis dan jika pulang ke rumah tidak membawa uang atau makanan, bocah tersebut akan menjadi sasaran amukan sang ibu bahkan hingga dipukul.

Para tetangga mengaku sebenarnya sangat kasihan dan prihatin dengan kondisi Deka, namun mereka tak bisa berbuat banyak sebab jika memberi bantuan atau mencoba menyekolahkan ibunya pasti mengamuk dan melabrak mereka.

"Beberapa tahun ini kondisi kejiwaan ibunda Deka memang terganggu sehingga setiap kali kambuh sering membuat warga di sekitarnya resah," kata tetangga bernama Lutfi.

Lutfi berharap pemerintah turun tangan menangani masalah ini agar Deka dapat hidup normal seperti anak-anak lain sebayanya.

"Apalagi selain Deka saat ini masih ada adiknya yang berusia sekitar 3 tahun hidup terus dikurung di dalam rumah bersama ibunya," sebut Lutfi.

Menurut Lutfi , bocah malang tersebut dalah putra kedua dari Nurhayati. Kakak kandung Deka kini sudah bisa hidup lebih baik setelah tinggal bersama ayahnya di Blitar.

Dikatakan, beberapakali warga mencoba membantu dengan memisahkan Deka dari ibunya atau mengirim Deka ke rumah ayahnya di Blitar.

"Namun ibunda Deka selalu mengamuk bahkan mengancam akan membunuh warga jika ada yang berani memisahkan dirinya dengan Deka. Kami berharap pemerintah mau turun membantu menyekolahkan Deka atau mengobatkan ibunnda deka ke rumah sakit jiwa," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
2 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
5 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved