Jelang Puasa, Pengemis Menjamur

Rabu, 03 Juni 2015 - 10:02 WIB
Jelang Puasa, Pengemis...
Jelang Puasa, Pengemis Menjamur
A A A
MEDAN - Seperti tahun sebelumnya, setiap menjelang Ramadan, jumlah pengemis semakin menjamur. Tidak hanya di masjid-masjid, tetapi juga di setiap persimpangan jalan di Kota Medan.

Modusnya beragam, mulai anak-anak putus sekolah, orang cacat, orang tua, hingga ibu-ibu sambil menggendong anak bayi. Parahnya, tidak sedikit para pengemis itu yang hanya berpura-pura sebagai orang cacat agar dikasihani.

Kondisi ini kian memperburuk citra Kota Medan sebagai kota metropolitan dan kota terbesar ketiga di Indonesia. PantauanKORAN SINDO MEDAN, puluhan pengemis berjejer di sepanjang pintu masuk Masjid Al Jihad, Jalan Abdullah Lubis, Medan, setiap kali ibadah salat Jumat digelar. Ironisnya, tidak sedikit dari pengemis itu yang terlihat sehat dan sebagian besar terlihat pura- pura cacat.

Selain itu, tidak sedikit remaja yang terlihat sehat tanpa kekurangan apa pun ikut mengemis. Kondisi itu bisa merusak semangat remaja untuk bekerja dan mencari nafkah dengan cara yang wajar tanpa mengemis. “Kalau saya perhatikan, jumlah pengemisnya terus bertambah.

Lihat saja, Jumat lalu, pintu masuk Masjid Al Jihad dipenuhi pengemis, sampai- sampai jamaah yang hendak melaksanakan ibadah salat Jumat susah masuk ke masjid,” papar Ridwan Silitonga, 38, warga Medan Baru. Ridwan menambahkan, tidak jarang para pengemis itu memaksa orang agar memberikannya sejumlah uang. “Ada saja alasannya kalau kita tidak memberikannya uang.

Sampai ke lokasi parkir pun kita diikutinya agar kita memberikannya uang,” ungkapnya. Selain di kawasan Masjid Al Jihad, Medan, sejumlah pengemis pun terlihat menjamur di sejumlah titik persimpangan jalan di Kota Medan. Seperti di persimpangan Jalan Halat, Medan. Sejumlah anak-anak jalanan berusia 12 tahunan terlihat mengemis di persimpangan jalan tersebut. Anehnya, uang hasil mengemis tersebut mereka gunakan untuk mengelem.

“Saya pernah melihat langsung seusai meminta-minta di lampu merah, mereka membeli lem. Jadi menyesal saya memberikan uang ke anak-anak itu,” ungkap Camelia Manik, 29, warga Jalan Perjuangan, Medan. Camelia berharap pejabat berwenang segera menertibkan keberadaan para pengemis dan anak jalanan tersebut.

“Paling tidak, Dinas Sosial tidak hanya menyediakan tempat khusus untuk mereka, tetapi juga harus benar-benar membina mereka sehingga tidak lagi kembali ke jalanan,” pungkasnya.

Dicky irawan
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
1 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
11 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
13 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
13 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
14 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
15 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Indonesia...
Head to Head Indonesia vs Vietnam Jelang Final AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved