Tereduksi Sanksi FIFA

Senin, 01 Juni 2015 - 10:20 WIB
Tereduksi Sanksi FIFA
Tereduksi Sanksi FIFA
A A A
BANDUNG - Vonis sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada Indonesia seketika mereduksi perasaan gembira yang sempat dirasakan gelandang jangkar Persib Bandung Dedi Kusnandar.

Hanya selang beberapa hari setelah mendapatkan kabar baik dari Pelatih Timnas Indonesia Pieter Huistra, perasaan bahagia Dedi berubah jadi kekecewaan. Padahal Dedi sebelumnya mengaku, cukup girang ketika mengetahui namanya termasuk dalam daftar 25 pemain yang dipanggil skuat Garuda jelang Pra Piala Dunia (PPD) 2018 dan Pra Piala Asia (PPA) 2019.

Berdasarkan keputusan FIFA tersebut, Dedi mengaku terpaksa harus menganggur dari kegiatannya bersama Persib. Terlebih timnya hanya bisa bertahan di 16 besar Piala AFC 2015. Di balik kekecewaan Dedi terhadap sanksi FIFA kepada Indonesia, dia tetap senang masih bisa masuk Timnas Indonesia senior. Sebab peluang berseragam Merah Putih di level internasional masih cukup terbuka jika PSSI dan pemerintah, dalam hal ini Kemenpora mematuhi tuntutan FIFA.

Menurutnya, berdasarkan Pasal 14 ayat 3 statuta FIFA menegaskan Indonesia tak bisa bepartisipasi dalam kegiatan FIFA dan AFC. Termasuk Timnas senior yang dalam waktu dekat akan mulai melakoni pertandingan Pra Piala Dunia (PPD) 2018 Rusia. Pada ajang bergengsi itu, Indonesia tergabung di Grup F bersama Thailand, Irak, Taiwan, dan Vietnam. “Kecewa pasti, ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan sepak bola nasional,” tegasnya.

Skuat Maung Bandung sendiri usai menelan kekalahan di babak 16 besar AFC Cup dari Kitchee SC, beberapa waku, akivitasnya diliburkan. Namun bagi Dedi, hal itu bukan halangan untuk tetap menjaga performanya meskipun tak bersama tim. Baginya, menjaga kondisi fisik adalah hal mutlak yang harus dilakoni. “Meskipun tidak latihan dengan tim, saya masih bisa futsal sama temen-temen untuk menjaga kondisi,” ungkapnya.

Sebelumnya Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman memprediksi Indonesia bakal dijatuhi sanksi oleh federasi sepak bola tertinggi di dunia. Sebab, Djanur melihat selama Menpora membekukan PSSI, tidak ada banyak perubahan, bahkan kondisinya semakin parah ketika kompetisi domestik akhirnya terhenti.

Karena kisruh ini juga, Djanur pun akhirnya meliburkan skuat Maung Bandung. Programnya selama satu tahun ini dia hentikan, sambil menunggu kejelasan dari pihak PSSI maupun Menpora soal masa depan sepak bola Indonesia.

Panji qadhafi
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
2 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
2 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 jam yang lalu
Infografis
Pembagian Grup FIFA...
Pembagian Grup FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Bentrok Bulgaria
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved