Polisi Minta Otak Penyerangan di MoI Serahkan Diri
Jum'at, 29 Mei 2015 - 22:08 WIB
Polisi Minta Otak Penyerangan di MoI Serahkan Diri
A
A
A
JAKARTA - Pihak kepolisian meminta otak penyerangan di parkiran Ruko Apartemen City, Kelapa Gading, Jakarta Utara, menyerahkan diri. Karena, jika tidak segera menyerahkan diri pihaknya akan menjemput paksa.
"Otak pelaku (bentrokan) segera menyerahkan diri. Apabila tidak, kami akan memaksa pelaku tersebut. Kami akan segera menangkap," kata Wakapolres Jakarta Utara, AKBP Asep Adi Saputra di Jakarta, Jumat (29/5/2015).
Dia menjelaskan, kericuhan tersebut berawal keributan yang melibatkan dua orang, antara orang yang mengaku anggota Forum Betawi Rempug (FBR) dan petugas kemanan Mall of Indonesia (MoI).
"Ada dua orang, berkembang menjadi kelompok. Ini bentrokan antara petugas MoI dan anggota ormas. Kasus ini pun masih kami dalami tentang apa yang terjadi sebenarnya dan siapa pelakunya sebenarnya," tuturnya.
Dikatakan Asep, pihaknya masih mencari informasi terkait korban luka-luka akibat penyerangan yang terjadi sore tadi. "Masih mencari data ada terluka atau tidak. Ada juga beberapa kendaraan yang dipecahkan kacanya. Ini kami masih mencari tahu," ucapnya.
Pantauan Sindonews, hingga pukul 21. 35 WIB, aparat keamanan dari Polisi dan TNI masih berjaga di lokasi bentrokan. Pecahan kaca, dan batu masih berserakan di sekitar jalam MoI.
Meski demikian, kini suasana di lokasi tersebut jauh lebih kondusif dibanding saat baru kejadian. Karena, pengunjung mal itu juga dibuat panik lantarai ratusan anggora FBR datang secara bersamaan.
Sebelumnya diberitakan, ratusan anggota FBR mendatangi MOI dan melakukan aksi anarkis, tepatnya di Kawasan Ruko Apartemen City Home Blok M, Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (29/5/2015) sore.
Baca:
Bentrok di MoI, FBR Bantah Minta Jatah Preman
Serbu MoI, Ormas Ini Diduga Minta Jatah Preman
Bentrokan Ormas dan Security MoI Diduga Masalah Pribadi
"Otak pelaku (bentrokan) segera menyerahkan diri. Apabila tidak, kami akan memaksa pelaku tersebut. Kami akan segera menangkap," kata Wakapolres Jakarta Utara, AKBP Asep Adi Saputra di Jakarta, Jumat (29/5/2015).
Dia menjelaskan, kericuhan tersebut berawal keributan yang melibatkan dua orang, antara orang yang mengaku anggota Forum Betawi Rempug (FBR) dan petugas kemanan Mall of Indonesia (MoI).
"Ada dua orang, berkembang menjadi kelompok. Ini bentrokan antara petugas MoI dan anggota ormas. Kasus ini pun masih kami dalami tentang apa yang terjadi sebenarnya dan siapa pelakunya sebenarnya," tuturnya.
Dikatakan Asep, pihaknya masih mencari informasi terkait korban luka-luka akibat penyerangan yang terjadi sore tadi. "Masih mencari data ada terluka atau tidak. Ada juga beberapa kendaraan yang dipecahkan kacanya. Ini kami masih mencari tahu," ucapnya.
Pantauan Sindonews, hingga pukul 21. 35 WIB, aparat keamanan dari Polisi dan TNI masih berjaga di lokasi bentrokan. Pecahan kaca, dan batu masih berserakan di sekitar jalam MoI.
Meski demikian, kini suasana di lokasi tersebut jauh lebih kondusif dibanding saat baru kejadian. Karena, pengunjung mal itu juga dibuat panik lantarai ratusan anggora FBR datang secara bersamaan.
Sebelumnya diberitakan, ratusan anggota FBR mendatangi MOI dan melakukan aksi anarkis, tepatnya di Kawasan Ruko Apartemen City Home Blok M, Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (29/5/2015) sore.
Baca:
Bentrok di MoI, FBR Bantah Minta Jatah Preman
Serbu MoI, Ormas Ini Diduga Minta Jatah Preman
Bentrokan Ormas dan Security MoI Diduga Masalah Pribadi
(mhd)