Ahok Perintahkan PKL di Depan Stasiun Jatinegara Dibongkar
Jum'at, 29 Mei 2015 - 09:55 WIB
Ahok Perintahkan PKL di Depan Stasiun Jatinegara Dibongkar
A
A
A
JAKARTA - Salah satu tempat yang sering dijadikan untuk berdagang yaitu pedagang kaki lima depan stasiun Jatinegara. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengklaim masih meminta Wali Kota Jakarta Timur untuk pelan-pelan melakukan penertiban.
"Makanya kita minta Wali Kota pelan-pelan lakukan penertiban, ini (PKL Jatinegara) seperti PKL Kota Tua belum ada tempat pengganti, kita tarik ulur-tarik ulur aja terus," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2015).
Menurut Ahok, pemahaman PKL yang dilakukan penertiban bukanlah semata-mata hanya melakukan penggusuran. Pasalnya dirinya mengaku dirinya juga mencari lokasi dan melakukan pendataan. Namun niat baik menurut Ahok juga tidak dibarengi dengan PKL yang masih saja membandel.
"Kita mau cari lokasi juga sama pendataan, kita bukan menggusur PKL, kita bukan menggusur orang rumah kumuh, kita menata kamu jangan melanggar aturan. Cuma orang kan bandel, kita begini dibolak-balikin seolah-olah kita musuhin PKL. Bukan, justru kita bantuin," tukas Ahok.
Ahok memberi contoh kegagalan PKL Blok G Tanah Abang yang menurut dirinya ketika DKI mendorong PKL untuk masuk ke Blok G seharusnya langsung membuka toko karena barangnya ada.
"Kenapa ketika sudah dorong ke Blok G lebih dari setengah tidak buka karena yang mendaftar ini bukan pedagang, yang tidak punya barang ingin jual ke orang. Lalu dia buka, sepi nih, eh dia malah nyewain lapak lagi di bawah. Tergoda lagi orang turun. Jadi yang ribut ama kita ini sebetulnya tukang nyewain, bukan yang benar-benar mau dagang," tukasnya.
"Makanya kita minta Wali Kota pelan-pelan lakukan penertiban, ini (PKL Jatinegara) seperti PKL Kota Tua belum ada tempat pengganti, kita tarik ulur-tarik ulur aja terus," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2015).
Menurut Ahok, pemahaman PKL yang dilakukan penertiban bukanlah semata-mata hanya melakukan penggusuran. Pasalnya dirinya mengaku dirinya juga mencari lokasi dan melakukan pendataan. Namun niat baik menurut Ahok juga tidak dibarengi dengan PKL yang masih saja membandel.
"Kita mau cari lokasi juga sama pendataan, kita bukan menggusur PKL, kita bukan menggusur orang rumah kumuh, kita menata kamu jangan melanggar aturan. Cuma orang kan bandel, kita begini dibolak-balikin seolah-olah kita musuhin PKL. Bukan, justru kita bantuin," tukas Ahok.
Ahok memberi contoh kegagalan PKL Blok G Tanah Abang yang menurut dirinya ketika DKI mendorong PKL untuk masuk ke Blok G seharusnya langsung membuka toko karena barangnya ada.
"Kenapa ketika sudah dorong ke Blok G lebih dari setengah tidak buka karena yang mendaftar ini bukan pedagang, yang tidak punya barang ingin jual ke orang. Lalu dia buka, sepi nih, eh dia malah nyewain lapak lagi di bawah. Tergoda lagi orang turun. Jadi yang ribut ama kita ini sebetulnya tukang nyewain, bukan yang benar-benar mau dagang," tukasnya.
(ysw)