Masih Banyak Tower Belum Bayar Pajak

Jum'at, 22 Mei 2015 - 09:49 WIB
Masih Banyak Tower Belum...
Masih Banyak Tower Belum Bayar Pajak
A A A
MARTAPURA - Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Ogan Komering Ulu (OKU) Timur terus berupaya maksimal untuk meningkatkan pendapatan. Dengan menggali potensipotensi baru serta memaksimalkan potensi-potensi yang lama dan terus melakukan pendataan dan sosialisasi.

Contoh untuk pajak tower melalui Pajak Bumi Bangunan (PBB) pedesaanakan dioptimalkan. Kepala Dispenda OKU Timur Herfianysah Djarab didampingi Sekretaris Dinas (Sek din) Agustian Fahrimale menjelaskan, kedepan pihaknya akan melakukan penarikan pajak tower melalui PBB pedesaan mengingat sampai sekarang masih banyak tower yang belum membayar retribusi.

Terhitung April 2015 untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi Rp517.069.288. 102,99 atau 41,71% dari target Rp1.239.701.631.586. “Jika target tahapan triwulan satu sudah melampaui 24,99%,” katanya. Ada tiga komponen dalam PAD di antaranya dari sektor PAD target Rp53.257.963.600, sudah terealisasi Rp17.038. 909.214,99 atau 31,99%.

Untuk sektor perimbangan target Rp947.419.159.886, terealisasi Rp387.332.921.084 atau 40,88%. Sedangkan dari komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah target Rp239.024.508.100, terealisasi sebesar Rp112.697.457.804 atau 47,15%. “Intinya jika melihat pencapaian target sesuai tahapan kita tetap optimis seluruh target pada akhir tahun tercapai.

Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencapai target tetap melaksanakan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi penerimaan daerah,” ungkapnya. Lebih lanjut dia menambahkan ekstensifikasi menggali potensi-potensi baru contohnya penarikan retribusi tower melalui PBB sedangkan inten sifikasi memaksimalkan potensipotensi pendapatan yang sudah ada.

Untuk persentase berdasarkan evaluasi 2014 oleh Pemprov Sumsel OKU Timur mendu duki rangking tiga se-Sumsel. “Upaya keras yang kita lakukan membuahkan hasil dan berdasarkan hasil evaluasi Pemprov kita menduduki rangking tiga, ke depan kita berharap akan lebih baik lagi,” ujarnya. Pihaknya juga berharap kepada masyarakat untuk taat membayar pajak maupun retribusi mengingat pengha si lan dari pajak maupun retribusi akan dipergunakan untuk pembangunan di daerah ini.

“Karena itu petugas dari Dispenda terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pen tingnya membayar pajak mau pun restribusi,” terangnya. Sementara Usman Nugroho salah seorang pelaku usaha di Martapura mengatakan, memang sudah sewajarnya masyarakat patuh membayar pajak maupun retribusi.

Mengingat dana yang dikumpulkan mela lui pajak maupun retribusi itu akan diper gunakan untuk pem bangunan daerah. “Kita sebagai masyarakat juga harus sadar dan patuh membayar pajak mengingat itu sangat penting untuk kemajuan pembangunan di daerah kita,” ujarnya.

Dadang dinata
(bbg)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
23 menit yang lalu
Suasana Jelang Sidang...
Suasana Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa, TNI-Polri dan Rantis Brimob Bersiaga di PN Jaktim
43 menit yang lalu
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
10 jam yang lalu
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
10 jam yang lalu
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
12 jam yang lalu
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
12 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved