Diproses 2 Hari, Bumbu hanya Bawang Putih-Garam

Minggu, 17 Mei 2015 - 10:53 WIB
Diproses 2 Hari, Bumbu...
Diproses 2 Hari, Bumbu hanya Bawang Putih-Garam
A A A
Bagi masyarakat asal Kaliurang, Sleman, panganan jadah tempe adalah kuliner andalan untuk disajikan warga kepada wisatawan. Namun, ternyata warga di kawasan lereng Merapi tersebut tak hanya mengandalkan jadah tempe.

Mereka juga menyiapkan menu alternatif lainnya untuk disantap atau dimasukkan ke daftar oleh-oleh pilihan. Nama menunya slondok renteng Pak Mul. Makanan atau tepatnya camilan ini sudah mulai dikenal sejak bencana erupsi Merapi 2010. “Sebenarnya slondok renteng ini sudah ada sejak 1960. Produksinya oleh kakek saya. Tapi mulai semakin dikenal akhir 2010 setelah bencana erupsi,” cerita Purwanto, generasi ketiga penerus usaha slondok renteng ini kemarin.

Meski sudah setengah abad umurnya, Purwanto tetap mempertahankan prosedur pembuatan hingga bahanbahannya. Ini demi menjaga agar cita rasanya tetap gurih dan menyehatkan. Bahkan, agar ciri khasnya tetap ada, slondok dijual dengan cara direntengi. Produk ini juga tetap dibungkus plastik. “Jadi kenapa dinamai slondok renteng? Dulu saat jualan kanjarang ada plastik. Jadi kakek menjualnya dengan direnteng memakai ikatan bambu,” ujarnya.

Proses pembuatannya memakan waktu selama dua hari. Bahan baku singkong dibersihkan, dikukus sampai matang, kemudian dimasukkan ke mesin penggilingan. “Singkongnya kami ambil langsung dari petani di Turi. Hanya singkong dan dibumbui dengan bawang putih serta garam. Tak memakai tepung atau tambahan penyedap rasa,” ujar Purwanto. Kemudian, dijemur sampai terlihat agak kering, baru dipelintir sampai membentuk bulatan lingkaran. “Lalu digoreng dan dikemas,” imbuhnya.

Slondok renteng ini dijualnya dengan harga Rp11.000 per bungkus yang berisi 30 renteng. Sementara yang tidak direntengi seharga Rp22.000 per kg. Slondok renteng tidak dijual di toko atau warung. Karena itu, peminatnya wajib datang langsung ke rumahnya di Boyong, RT 01/10, Hargobinangun, Pakem, Sleman, atau sebelum sampai ke tempat pembayaran retribusi (TPR) Kaliurang, masuk ke barat menuju Museum Gunung Merapi. Dari museum itu ambil jalan ke barat sekitar 100 meter. Setelah itu dapat ditanyakan ke warga setempat.

“Kami kewalahan, sudah banyak pesanan. Jadi, biasanya ya mereka ambil langsung ke sini. Baik dari toko oleh-oleh di Yogya ataupun lainnya,” ujarnya. Meski tempatnya sedikit tersembunyi, tak akan rugi bagi mereka yang ingin mencicipi makanan ini. Karena juga dapat melihat dan mencoba secara langsung bagaimana proses pembuatannya.

“Sudah banyak, rombongan wisatawan atau anak sekolah yang ke sini untuk mengetahui proses pembuatannya. Tidak masalah ada yang mengambil resepnya. Tongseng saja dengan bumbu yang sama, tapi pembuatnya berbeda, rasanya juga berbeda,” katanya.

Salah satu penikmatnya, Tono Prihatin, 29, warga asal Sedayu, Bantul, mengatakan, setiap kali berkunjung ke wisata Kaliurang, dia selalu menjajal makanan slondok renteng dan jadah tempe. “Kalau slondok renteng ini paling enak untuk teman makan soto. Biasa bawa pulang karena tahan dua bulan, tidak layu,” ucapnya.

Ridho Hidayat
Sleman
(ars)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
33 menit yang lalu
ITS Dorong Mahasiswa...
ITS Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi untuk Mendukung Kinerja PLN
35 menit yang lalu
UI Tegaskan Kajian BEM...
UI Tegaskan Kajian BEM Psikologi soal LGBT Bukan Sikap Resmi Kampus
59 menit yang lalu
Warga Pertanyakan Perubahan...
Warga Pertanyakan Perubahan Aliran Kali Cikokol dan Luas Taman Potret
2 jam yang lalu
BMKG Operasikan Radar...
BMKG Operasikan Radar Laut Canggih di Sumatera, Percepat Peringatan Dini Tsunami
3 jam yang lalu
Soroti Kasus Penyiksaan...
Soroti Kasus Penyiksaan di Bandung, Wakil Ketua DPRD Jabar Gagas Siskamling Digital
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved