Polisi Bunuh Diri Ini Kata Krimonolog UI
Sabtu, 16 Mei 2015 - 20:19 WIB
Polisi Bunuh Diri Ini Kata Krimonolog UI
A
A
A
JAKARTA - Brigadir Wahyudi anggota Satreskrim Polres Jakarta Pusat yang menembak kepalanya sendiri diduga memiliki tekanan psikologi yang sangat berat.
Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Kisnu Widagso mengatakan, bunuh diri yang dilakukan oleh Brigadir Wahyudi bisa disebabkan karena tekanan psikologi yang cukup berat dialami olehnya. "Mungkin banyak banyaknya permasalahan yang dihadapi dalam hidup. Bukan saja berkaitan dengan pekerjaan namun permasalahan pribadi pun bisa jadi pemicu karena dia tidak bisa memilah masalah," kata Kisnu saat dihubungi Sindonews, Sabtu (16/5/2015).
Sebagai manusia biasa, lanjut Kisnu, tentunya seorang polisi juga memiliki kekurangan. Apalahi saat dia bertugas dan menemukan permasalahan-permasalahan. Kisnu mengaku hingga saat ini belum melihat ada sosok polisi yang bisa memilah masalah pribadi dengan pekerjaan.
"Saya belum melihat sosok polisi yang dengan tegas menarik batas antara pribadi dengan pekerjaannya. Apalagi kasus ini tekanan ada di dua tempat pekerjaan maupun ranah pribadi," jelasnya.
Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Kisnu Widagso mengatakan, bunuh diri yang dilakukan oleh Brigadir Wahyudi bisa disebabkan karena tekanan psikologi yang cukup berat dialami olehnya. "Mungkin banyak banyaknya permasalahan yang dihadapi dalam hidup. Bukan saja berkaitan dengan pekerjaan namun permasalahan pribadi pun bisa jadi pemicu karena dia tidak bisa memilah masalah," kata Kisnu saat dihubungi Sindonews, Sabtu (16/5/2015).
Sebagai manusia biasa, lanjut Kisnu, tentunya seorang polisi juga memiliki kekurangan. Apalahi saat dia bertugas dan menemukan permasalahan-permasalahan. Kisnu mengaku hingga saat ini belum melihat ada sosok polisi yang bisa memilah masalah pribadi dengan pekerjaan.
"Saya belum melihat sosok polisi yang dengan tegas menarik batas antara pribadi dengan pekerjaannya. Apalagi kasus ini tekanan ada di dua tempat pekerjaan maupun ranah pribadi," jelasnya.
(whb)