Hizbut Tahrir Sarankan Pelaku Prostitusi Dirajam

Jum'at, 15 Mei 2015 - 19:03 WIB
Hizbut Tahrir Sarankan...
Hizbut Tahrir Sarankan Pelaku Prostitusi Dirajam
A A A
JAKARTA - Hizbut Tahrir Indonesia menyarankan agar pelaku prostitusi, baik Pekerja Seks Komersial, pelanggan, dan mucikarinya dihukum rajam. Selain itu, identitas para pelaku itu pun perlu diungkapkan untuk memberikan sanksi soal.

Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Iffah Ainur Rochmah mengatakan, terdapat sejumlah terjadinya prostitusi di Jakarta ini. Faktor-faktor itu merupakan penentu seseorang melakukan praktik praktek prostitusi. (Baca: Biar Kapok Pengguna PSK Ditangkap dan Diungkap Identitasnya)

"Pertama, kemiskinan atau kurangnya lapangan kerja. Kedua, kurangnya pendidikan, khususnya pendidikan moral. Ketiga, kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya," ujarnya di Kantor DPP Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Crown Palace, Blok A23, Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (15/5/2015).

Keempat, terangnya, kurangnya penegakan hukum terhadap para pelaku prostitusi tersebut. Membuat para pelaku prostitusi itu kerap mengulang perbuatan mesumnya.

"Berbeda dengan syariat Islam. Bagi yang melakukan zina atau prostitusi itu. Hukum di dunia adalah rajam atau cambuk seratus kali. Selain itu, identitas para pelaku pun diungkapkan untuk apa? Untuk sanksi sosial agar dia kapok dan orang tidak berani melakukan perbuatan itu," terangnya.

Rochmah pun menjelaskan, terkait wacana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang ingin melokalisasi PSK itu bukanlah cara untuk mengatasi prostitusi yang marak di Jakarta ini.

"Sejak zaman Gubernur Ali Sadikin mewujudkan ide (lokalisasi PSK) itu, jumlah PSK dan mucikari di Kramat Tunggak malah bertambah dan dianggap terbesar se-Asia Tenggara. Lalu, tahun 1999, pas zaman Gubernur Sutiyoso baru di tutup," paparnya.

Maka itu, tambah Rochmah, cara yang paling ampuh untuk mengantisipasi prostitusi itu dengan menerapakan syariat Islam. Dengan begitu, generasi muda pun akan dididik untuk menjunjung tinggi nilai agamanya sebagai pediman hidupnya.
(ysw)
Berita Terkait
Dea Raup Rp15 Juta per...
Dea Raup Rp15 Juta per Bulan dari Prostitusi Online
4 Artis Ini Pernah Terjebak...
4 Artis Ini Pernah Terjebak Kasus Prostitusi Online
Cynthiara Alona Buka...
Cynthiara Alona Buka Baju dan Celana Sebelum Jadi Tersangka Prostitusi
Diduga Terlibat Prostitusi...
Diduga Terlibat Prostitusi Online, Polisi Tangkap Artis Hana Hanifah
8 Artis Tanah Air yang...
8 Artis Tanah Air yang berada di Pusaran Prostitusi
Polisi Bongkar Prostitusi...
Polisi Bongkar Prostitusi Online di Bogor, Korbannya Selebgram hingga Putri Kebudayaan
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
1 jam yang lalu
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
3 jam yang lalu
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
4 jam yang lalu
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
12 jam yang lalu
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
14 jam yang lalu
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
14 jam yang lalu
Infografis
Pelaku Bom di Polsek...
Pelaku Bom di Polsek Astana Anyar Eks Narapidana Terorisme
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved