Obok-obok Indekos, 16 Mahasiswa Diciduk Satpol PP
Rabu, 13 Mei 2015 - 17:17 WIB
Obok-obok Indekos, 16 Mahasiswa Diciduk Satpol PP
A
A
A
DEPOK - Sebanyak 16 mahasiwa terjaring dalam razia di sejumlah rumah indekos di Kota Depok. Razia dilakukan tim gabungan untuk mencegah terjadinya praktik prostitusi di rumah indekos dan apartemen.
Ke-16 mahasiswa itu diketahui berada dalam satu kamar tanpa ikatan pernikahan. Kepala Satpol PP Kota Depok Nina Suzana mengatakan, razia ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dugaan praktik prostitusi di rumah indekos dan apartemen. Karena belakangan ini warga merasa resah rumah indekos dan apartemen kerap dijadikan lokasi prostitusi.
"Dari dua tempat saja sudah ditemukan empat pasang bukan suami istri tinggal sekamar. Kami membawa mereka untuk meminta keterangan," kata Nina Rabu (13/5/2015). Razia yang dilakukan pada Selasa 12 Mei tadi malam difokuskan di wilayah barat dan timur.
Pasalnya dua titik itu diduga kuat terindikasi tempat para PSK bersarang. Selain itu, razia ini juga melibatkan pihak imigrasi untuk mendata orang asing yang tidak memiliki identitas lengkap.
Mahasiswa yang terjaring dalam razia semalam didapat dari beberapa lokasi di antaranya, tiga pasang dari Apartemen Margonda Residence, satu pasang di indekos Golden Stick, dua pasang di indekos Ripi Margonda, satu pasang di indekos Pondok Kukusan Permai, satu perempuan tanpa identitas dan satu warga negara Korea yang mengaku kehilangan paspor.
Ke-16 mahasiswa itu diketahui berada dalam satu kamar tanpa ikatan pernikahan. Kepala Satpol PP Kota Depok Nina Suzana mengatakan, razia ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dugaan praktik prostitusi di rumah indekos dan apartemen. Karena belakangan ini warga merasa resah rumah indekos dan apartemen kerap dijadikan lokasi prostitusi.
"Dari dua tempat saja sudah ditemukan empat pasang bukan suami istri tinggal sekamar. Kami membawa mereka untuk meminta keterangan," kata Nina Rabu (13/5/2015). Razia yang dilakukan pada Selasa 12 Mei tadi malam difokuskan di wilayah barat dan timur.
Pasalnya dua titik itu diduga kuat terindikasi tempat para PSK bersarang. Selain itu, razia ini juga melibatkan pihak imigrasi untuk mendata orang asing yang tidak memiliki identitas lengkap.
Mahasiswa yang terjaring dalam razia semalam didapat dari beberapa lokasi di antaranya, tiga pasang dari Apartemen Margonda Residence, satu pasang di indekos Golden Stick, dua pasang di indekos Ripi Margonda, satu pasang di indekos Pondok Kukusan Permai, satu perempuan tanpa identitas dan satu warga negara Korea yang mengaku kehilangan paspor.
(whb)