Nelayan Marah Mangrove Ditebang

Rabu, 13 Mei 2015 - 10:52 WIB
Nelayan Marah Mangrove...
Nelayan Marah Mangrove Ditebang
A A A
MEDAN - Penebangan hutan mangrove dan pengerukan pasir di kawasan perairan Belawan, sudah membuat nelayan resah. Sebab, paluh-paluh yang biasa menjadi rumah ikan, udang, dan kepiting, kini mulai berhilangan.

Keresahan tersebut disampaikan puluhan nelayan tradisional asal Medan Marelan dan Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang, saat berunjuk rasa ke DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol, Medan, kemarin. “Hentikan segera pengerukan pasir dan penebangan hutan mangrove di kawasan perairan Belawan, karena itu tempat kami mencari nafkah,” ujar Koordinator Aksi, Rahman.

Rahman mengatakan, eksploitasi pasir dan perusakan hutan mangrove yang dilakukan untuk keperluan pembangunan PLTU, telah berdampak pada tertutupnya sepuluh paluh (anak sungai) di kawasan tersebut. Padahal, paluh-paluh tersebut merupakan tempat udang, kepiting, dan ikan berkembang biak. Dengan rusaknya paluhpaluh tersebut, bisa mengganggu ekosistem laut. Nelayan sudah mulai merasakan dampaknya langsung ketika semakin sulit menemukan ikan, udang, dan kepiting di perairan Belawan.

“Mangrove dirusak sama artinya telah menghilangkan mata pencarian nelayan. Kami minta itu dihentikan dan dikembalikan seperti semula,” kata Rahman. Rahman menuding dua perusahaan, yakniPTSHdanPTME, punya andil dalam merusak ekosistem tersebut. Eksploitasi pasir yang dilakukan kedua perusahaan membuat sumber nafkah mereka terganggu karena ikan, udang, dankepitingmenghilang.

Untuk itu, mereka berharap DPRD Sumut turun tangan mengatasi permasalahan ini. Sebab, yang menjadi korban bukan hanya nelayan dari Belawan, tapi juga dari Hamparan Perak yang biasa menggantungkan hidup dari mangrove di sekitar perairan Belawan. Dia juga mengingatkan bahwa alif fungsi hutan mangrove tidak bisa sembarangan dilakukan.

Sebab, mangrove sangat dibutuhkan untuk keseimbangan lingkungan. Namun kenyataannya, hutan mangrove yang biasa tumbuh lebat di perairan Belawan, perlahan kini mulai hilang. Dampaknya pun bukan hanya sumber daya laut yang berkurang, tapi air pasang laut sudah semakin tinggi masuk kepemukiman warga diBelawan.

Aksi unjuk rasa para nelayan ini diterima anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS, Burhanuddin Siregar; dan anggota Fraksi PDI Perjuangan, Sutrisno. Mereka meminta keluhan-keluhan nelayan tersebut dibuatkan dalam bentuk laporan agar pembahasannya dapat dijadwalkan Dewan.

“Kami panggil kedua perusahaan itu. Masyarakat silakan buat laporan pengaduannya untuk dibahas di rapat Komisi A,” kata Burhanuddin. Sutrisno menambahkan, keseimbangan lingkungan tidak boleh terabaikan meskipun ada aktivitas usaha di sekitarnya. Pihaknya bukan anti terhadap investasi, namun jika keberadaan kedua perusahaan tersebut mengganggu lingkungan, perlu ditindak.

M rinaldi khair
(bbg)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
23 menit yang lalu
Update Kebakaran TPA...
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
36 menit yang lalu
Telkom Runners Teguhkan...
Telkom Runners Teguhkan Semangat BISA pada Peringatan HUT Ke-61 Telkom Indonesia
44 menit yang lalu
Tragis! Pria Ditemukan...
Tragis! Pria Ditemukan Tewas Akibat Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas Jakpus
1 jam yang lalu
Perkuat Basis Elektoral...
Perkuat Basis Elektoral melalui Ketokohan dan Pelayanan Masyarakat di Sulsel, Perindo Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan
1 jam yang lalu
Kunjungi Candi Prambanan,...
Kunjungi Candi Prambanan, Prabowo Pamerkan Mahakarya Peradaban Dunia ke PM Modi
2 jam yang lalu
Infografis
Kapal Selam Nuklir AS...
Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan, Korea Utara Marah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved