Basmi Prostitusi, MUI Sarankan Ahok Berguru ke Risma
Selasa, 12 Mei 2015 - 07:12 WIB
Basmi Prostitusi, MUI Sarankan Ahok Berguru ke Risma
A
A
A
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak dengan tegas rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok untuk melokalisasi pelacuran. Apalagi Ahok juga berencana mengeluarkan sertifikasi para pekerja seks komersial tersebut.
"Enggak benerlah itu. Itu namanya melegalkan prostitusi kalau melokalisasi dan sertifikasi PSK," kata Hasanudin AF, Ketua Komisi Fatwa MUI ketika dihubungi Sindonews, Senin (11/5/2015).
Meskipun sulit membasmi secara tuntas, Ahok bisa meminimalisir dengan melakukan penertiban secara rutin. "Bisa belajar kepada Bu Risma ((Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya). Lokalisasi Gang Dolly yang terbesar se-Asia saja bisa ditutup. Masak Pak Ahok enggak bisa," tambahnya.
Selain itu, MUI juga mengkritis analogi Ahok yang mencontohkan prostitusi seperti orang buang air. Menurutnya hal itu kurang tepat.
"Analogi membuang kotoran, dari pada berserakan mending dibuang ke WC itu tidak benar. Buang kotoran enggak dilarang. Perzinahan lah yang dilarang," tegasnya.
"Enggak benerlah itu. Itu namanya melegalkan prostitusi kalau melokalisasi dan sertifikasi PSK," kata Hasanudin AF, Ketua Komisi Fatwa MUI ketika dihubungi Sindonews, Senin (11/5/2015).
Meskipun sulit membasmi secara tuntas, Ahok bisa meminimalisir dengan melakukan penertiban secara rutin. "Bisa belajar kepada Bu Risma ((Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya). Lokalisasi Gang Dolly yang terbesar se-Asia saja bisa ditutup. Masak Pak Ahok enggak bisa," tambahnya.
Selain itu, MUI juga mengkritis analogi Ahok yang mencontohkan prostitusi seperti orang buang air. Menurutnya hal itu kurang tepat.
"Analogi membuang kotoran, dari pada berserakan mending dibuang ke WC itu tidak benar. Buang kotoran enggak dilarang. Perzinahan lah yang dilarang," tegasnya.
(hyk)