Irak Bekuk Ulama Gendut ISIS yang Fatwakan Membom Makam Nabi Yunus

Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:24 WIB
Irak Bekuk Ulama Gendut...
Salah satu gambar di media sosial yang menampilkan Shifa Al-Nima, ulama obesitas kelompok ISIS yang ditangkap tim SWAT Irak. Foto/Twitter @AliBaroodi
A A A
Tim SWAT Irak membekuk seorang ulama ISIS berbobot 135 kg dalam sebuah penggerebekan di Nineveh, Mosul, hari Kamis.

Ulama gendut inilah yang mengeluarkan fatwa bagi militan kelompok tersebut agar membom makam Nabi Yunus dan situs-situs warisan budaya di Mosul.

Shifa Al-Nima dianggap sebagai salah satu tangkapan terbesar tim SWAT Irak dalam beberapa bulan terakhir. Foto-foto yang dilansir media lokal menunjukkan bahwa pria berpengaruh di kelompok ISIS itu terlihat duduk tak berdaya karena obesitas.

Tim SWAT tak bisa membawanya secara langsung dan harus menggunakan mobil truk polisi untuk mengevakuasinya dan menjebloskannya ke penjara.

Shifaa Al-Nima merupakan mufti ISIS dan tokoh "pengadil" kedua di kelompok itu setelah Abu Ayoob.

Pasukan Baghdad terus memerangi ISIS bahkan di tengah-tengah protes publik dan konflik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran dengan Irak menjadi medan tempurnya. Koalisi internasional pimpinan AS telah menangguhkan operasi anti-ISIS awal bulan ini, tetapi baru-baru ini mencoba untuk memulainya kembali.

Menurut polisi Irak, mufti gendut itu adalah seorang pengkhotbah terkenal yang menyebarkan ekstremisme di masjid-masjid terhadap pasukan keamanan dan menghasut kekerasan atas nama ISIS.

"Dia dianggap sebagai salah satu pemimpin utama ISIS dan bertanggung jawab untuk pengeluaran fatwa yang menyebabkan pembunuhan para ulama," kata polisi Irak dalam sebuah pernyataan, Jumat (17/1/2020).

Al-Nima juga pernah mengeluarkan fatwa bagi anggota ISIS untuk membom makam Nabi Yunus di Mosul, sebuah situs budaya kuno. Dia ditangkap di lingkungan Mansur di Mosul barat, di tepi kanan sungai Tigris.

Warga lokal di Mosul memiliki ingatan mengerikan tentang sosok mufti ISIS ini. Menurut mereka, Al-Nima adalah pendukung kuat penghancuran situs-situs warisan budaya Mosul.

Aktivis Inggris, Maajid Nawaz, mengatakan Shifa Al-Nima juga dikenal sebagai mufti ISIS yang mendukung pemerkosaan dan pembunuhan massal. "Seorang pria yang mendukung perbudakan, pemerkosaan, pembersihan etnik, dan pembunuhan massal," katanya, seperti dikutip India Today.

Didirikan pada tahun 2013, kelompok teroris ISIS tetap menjadi ancaman global utama meskipun pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi, tewas meledakkan diri dalam operasi militer AS di Suriah tahun lalu.

Nawaz mengatakan foto pria obesitas yang kini ditahan oleh pasukan polisi Irak adalah "pukulan psikologis" bagi ISIS. "Hari ini adalah hari yang baik untuk pasukan dan hari yang buruk untuk kejahatan," katanya.
(vhs)
Berita Terkait
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Simpatisan ISIS Serang...
Simpatisan ISIS Serang Desa di Nigeria, 59 Tewas
Serangan Simpatisan...
Serangan Simpatisan ISIS Tewaskan Jenderal Nigeria
ISIS Klaim Serangan...
ISIS Klaim Serangan Mortir di Kabul
ISIS Tingkatkan Pertempuran...
ISIS Tingkatkan Pertempuran di Sinai, Rumah Warga Jadi Jebakan Bom
Berita Terkini
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
1 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
1 jam yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
1 jam yang lalu
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
2 jam yang lalu
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
2 jam yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
3 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved