Ekuador Krisis Peti Mati, Mayat-mayat Korban Corona Tergelatak di Jalanan

Selasa, 07 April 2020 - 07:57 WIB
Ekuador Krisis Peti...
Salah satu jasad korban COVID-19 di kota Guayaquil, Ekuador, dibiarkan warga tergeletak di jalan di depan rumah. Jasad tersebut menunggu petugas berwenang untuk mengambilnya. Foto/ REUTERS/Vicente Gaibor del Pino
A A A
Pemerintah Ekuador memerintahkan pasukan keamanan mengevakuasi 150 mayat korban COVID-19, dari jalan-jalan dan rumah-rumah penduduk di kota Guayaquil, pekan lalu.

Parahnya, kota tersebut kini kehabisan peti mati. Ratusan jasad itu sempat dibiarkan tergeletak di jalan-jalan dan di dalam rumah penduduk selama berhari-hari karena tempat tidur rumah sakit dan kamar mayat sudah penuh. Penduduk setempat tidak berani menguburkan kerabat mereka karena kota pelabuhan tersebut sedang memberlakukan pembatasan pergerakan yang ketat.

Menurut pemerintah kota, krisis peti mati memaksa penduduk setempat menggunakan kotak kardus untuk menyimpan jasad-jasad korban.

Pihak berwenang di kota Guayaquil mengaku telah menerima sumbangan 1.000 peti mati kardus dari produsen lokal, dan mengirimkannya untuk digunakan di dua pemakaman lokal.

"Ini agar mereka dapat memenuhi permintaan," kata juru bicara balai kota Guayaquil kepada AFP yang dilansir Senin (6/4/2020). "Tidak ada peti mati di kota atau (kalau ada) itu sangat mahal."

Pengusaha Santiago Olivares, yang memiliki rantai usaha rumah duka, mengatakan perusahaannya tidak dapat memenuhi permintaan.

“Saya menjual 40 yang saya miliki di cabang pusat kota, dan 40 lainnya dari kantor pusat saya. Saya harus memesan 10 lagi di akhir pekan dan mereka kehabisan," kata Olivares kepada AFP.

Peti mati termurah saat ini harganya sekitar USD400. (Baca juga: Di Ekuador, Mayat-mayat Korban Corona Tergeletak di Jalanan)

Olivares mengatakan jam malam yang diberlakukan 15 jam di kota itu berkontribusi pada kekurangan bahan baku dasar untuk pembuat peti mati seperti kayu dan logam.

Pekan lalu, warga mem-posting video di media sosial yang memperlihatkan jasad-jasad yang ditinggalkan di jalan-jalan di kota Guayaquil. Kota ini menjadi episentrum atau pusat wabah COVID-19 di Ekuador.

Pemerintah sudah memerintahkan pasukan keamanan mengevakuasi 150 jasad dari jalan-jalan dan rumah penduduk. "Peti mati kardus akan sangat membantu dalam memberikan penguburan yang bermartabat bagi orang yang meninggal selama darurat kesehatan ini," tulis Kantor Wali Kota Guayaquil di Twitter.
(vhs)
Berita Terkait
Heboh Wabah Pneumonia...
Heboh Wabah Pneumonia di China, Menkes: Bukan Virus Baru
5 Fakta Pneumonia, Penyakit...
5 Fakta Pneumonia, Penyakit yang Tengah Mewabah di China
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Mengenal Wabah Pneumonia...
Mengenal Wabah Pneumonia yang Terjadi di China, Benarkah Disebabkan Virus Baru?
Virus Mycoplasma Merebak...
Virus Mycoplasma Merebak di China, 2.310 Balita di Jakpus Terinfeksi Pneumonia
Lagi, AS Tuding China...
Lagi, AS Tuding China Ciptakan Virus Corona
Berita Terkini
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
16 menit yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
1 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
2 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
3 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
4 jam yang lalu
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved