Utamakan Keselamatan Warga, Arab Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam

Selasa, 07 April 2020 - 11:50 WIB
Utamakan Keselamatan...
Pemandangan di Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi, pada 24 Maret 2020 selama lockdown diberlakukan untuk menghambat penyebaran COVID-19. Foto/REUTERS
A A A
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberlakukan jam malam selama 24 jam dan mengunci sembilan kota untuk memperlambat penyebaran virus corona baru, COVID-19.

Sembilan kota ini adalah Riyadh, Tabuk, Dammam, Dhahran, Hofuf, Jeddah, Taif, Qatif dan Khobar. Pemberlakuan jam malam 24 jam itu dilaporkan kantor berita negara setempat, Saudi Press Agency, mengutip sumber dari Kementerian Dalam Negeri, Selasa (7/4/2020).

“Tindakan ini datang dalam kerangka upaya yang dilakukan oleh Kerajaan untuk menghadapi pandemi coronavirus dan dalam pelaksanaan rekomendasi dari otoritas kesehatan yang kompeten untuk meningkatkan derajat tindakan pencegahan dan pencegahan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan warga negara dan penduduk," kata sumber kementerian tersebut.

Menurut sumber tersebut, aturan jam malam 24 jam tidak akan dikenakan pada orang dan kelompok yang bekerja di industri vital di sektor publik dan swasta.

Warga dan penduduk di Arab Saudi akan diizinkan meninggalkan rumah mereka hanya untuk kebutuhan penting seperti mendapatkan makanan dan perawatan kesehatan di daerah lingkungan mereka.

Izin itu diberikan dari pukul 06.00 pagi sampai pukul 15.00 sore setiap hari selama jam malam 24 jam.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, hanya dua penumpang termasuk pengemudi yang akan diizinkan masuk ke dalam kendaraan ketika keluar untuk kebutuhan penting selama penutupan wilayah secara penuh. Izin perjalanan ini hanya bisa berada di area lingkungan tempat para penduduk terdaftar.

Kegiatan komersial di dalam distrik perumahan di kota-kota yang dikunci akan ditangguhkan kecuali untuk sektor-sektor vital termasuk apotek, toko pasokan makanan, pompa bensin, layanan perbankan, pemeliharaan dan operasi, teknisi pipa ledeng, listrik dan pendingin udara, layanan pengiriman air dan tangki sanitasi.

"Kementerian Dalam Negeri meminta semua warga negara dan penduduk untuk menggunakan layanan pengiriman ekspres melalui aplikasi perangkat pintar, untuk meminta makanan dan kebutuhan obat-obatan serta barang dan layanan yang dikecualikan lainnya dikirim ke rumah mereka," bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri tentang penguncian atau lockdown.

Hingga saat ini Arab Saudi melaporkan ada 2.605 kasus COVID-19 dengan 38 kematian. Sejauh ini 551 pasien berhasil disembuhkan.
(boy)
Berita Terkait
Ramadhan, Saudi Larang...
Ramadhan, Saudi Larang Salat di Masjidil Haram dan Nabawi
Terkini, Raja Salman...
Terkini, Raja Salman Izinkan Salat Tarawih di Dua Masjid Suci
Masuk Kabah, Imam Masjidil...
Masuk Kabah, Imam Masjidil Haram al-Sudais Jalani Pemeriksaan Suhu Tubuh
Arab Saudi Hentikan...
Arab Saudi Hentikan Penerbangan Internasional karena Gelombang Baru Pandemi COVID-19
Kasus Virus Corona di...
Kasus Virus Corona di Arab Saudi Melebihi 35.000
Arab Saudi Cegah Masuk...
Arab Saudi Cegah Masuk Warga Asing dari 20 Negara, Termasuk Indonesia
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
4 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
5 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
5 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
6 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
7 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
9 jam yang lalu
Infografis
10 Fakta Greenland,...
10 Fakta Greenland, Dulunya Hijau hingga Matahari Tengah Malam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved