Terparah di AS, Virus Corona Renggut 1.480 Nyawa dalam 24 Jam

Sabtu, 04 April 2020 - 16:48 WIB
Terparah di AS, Virus...
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Foto/REUTERS
A A A
Amerika Serikat mencatat 1.480 kematian akibat pandemi virus corona baru, COVID-19, dalam 24 jam terakhir. Itu adalah angka kematian harian terbanyak di dunia sejak pandemi dimulai. Angka kematian baru ini menambah jumlah korban meninggal di Amerika menjadi 7.402 orang.

Negara Paman Sam tersebut hingga saat ini (4/4/2020) memiliki 277.475 kasus atau orang yang terinfeksi. Sebanyak 12.283 pasien telah berhasil disembuhkan. Angka kematian harian terbanyak di dunia yang terjadi di Amerika dicatat oleh John Hopkins University.

Menurut universitas tersebut, angka itu dicatat dari pukul 20.30 malam pada Kamis hingga pada pukul yang sama pada hari Jumat. Sebagai perbandingan, angka kematian harian yang dicatat universitas itu pada periode 24 jam sebelumnya adalah 1.169 orang.

New York masih menjadi salah satu episentrum atau pusat wabah COVID-19 di Amerika. Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS telah mengeluarkan rekomendasi baru bahwa semua orang Amerika harus mengenakan masker saat mereka pergi ke luar.

"CDC merekomendasikan untuk mengenakan penutup wajah kain di tempat publik di mana langkah-langkah social distancing lainnya sulit untuk dipertahankan (misalnya, toko kelontong dan apotek) terutama di daerah-daerah transmisi berbasis masyarakat yang signifikan," kata CDC seperti dikutip CBS News.

Tetapi Presiden Donald John Trump, yang berbicara pada briefing harian Gedung Putih tentang COVID-19, terang-terangan menolak mengenakan masker kecualia dalam pertemuan dengan para pemimpin dunia. "Saya tidak akan melakukannya secara pribadi," kata Trump.

"Itu rekomendasi. Mereka merekomendasikannya. Saya merasa baik. Saya hanya tidak ingin melakukannya, entah bagaimana, saya duduk di Oval Office di belakang Resolute Desk yang indah itu, Resolute Desk yang hebat, saya berpikir memakai masker saat saya menyapa presiden, perdana menteri, diktator, raja, ratu, saya tidak tahu, entah bagaimana saya tidak melihatnya sendiri," katanya.

"Saya hanya tidak (ingin memakainya). Mungkin saya akan berubah pikiran. Ini akan berlalu, dan mudah-mudahan akan berlalu dengan sangat cepat. Saya rasa, satu aturan untuk Anda dan satu lagi untuk saya," imbuh Trump.
(don)
Berita Terkait
Pelayan Pribadi Donald...
Pelayan Pribadi Donald Trump Terjangkit Virus Corona
Trump: Orang Amerika...
Trump: Orang Amerika Sedang Belajar Hidup dengan Covid-19
Pelayan Pribadi Trump...
Pelayan Pribadi Trump Positif Terinfeksi Virus Corona
Putra Trump, Barron...
Putra Trump, Barron Juga Dites Positif Virus Corona
Bertambah, Staf Kampanye...
Bertambah, Staf Kampanye Trump yang Positif Virus Corona
Trump Sebut Virus Corona...
Trump Sebut Virus Corona dengan Sebutan 'Kung Flu'
Berita Terkini
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
2 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
3 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
4 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
4 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
7 jam yang lalu
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
7 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved