Aktivis Perempuan Palopo Alami Percobaan Pembunuhan oleh OTK
Rabu, 04 April 2018 - 19:13 WIB
Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
Aktivis perempuan Kita Palopo, Yertin Ratu, mengalami insiden percobaan pembunuhan dengan cara ditikam orang tidak dikenal (OTK) di depan Bank Sulsel, Kota Palopo, sekira pukul 22.00 wita, Selasa malam, (03/04/2018).
Beruntung, Yertin Ratu selamat dalam insiden ini. Koordinator Sarekat Pengorganisasian Rakyat (SPR) ini hanya mengalami luka gores di bagian perutnya. Menurut dia, badik yang digunakan menusuk diirinya meleset dan hanya menyerempet perutnya.
Saat dikonfirmasi Yertin Ratu, membenarkan kejadian yang dialaminya. Menurut aktivis senior Kota Palopo ini dia sudah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Palopo.
"Saya sudah laporkan kejadian ini ke Polres Palopo, semoga pelakunya cepat diamankan. Saya minta Polres Palopo bisa memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat Palopo termasuk teman-teman aktivis yang senantiasa memberikan pendampingan kepada masyarakat," katanya.
Terkait insiden ini, Sekjend SPR, Nining Erlina Fitri, mengatakan, tindakan tersebut merupakan bentuk pembungkaman demokrasi kembali di Kota Palopo.
"Yertin Ratu (YR) seorang aktivis perempuan Anti Korupsi dan Advokat di Sulawesi Selatan yang juga koordinator Sarekat Pengorganisasian Rakyat Indonesia) Sulsel. Apa yang dialaminya adalah bentuk pembungkaman demokrasi, pembungkaman suara rakyat," katanya.
Nining Erlina Fitri mengatakan percobaan pembunuhan oleh orang tak dikenal ini diyakini memiliki hubungan dengan kerja-kerja Yertin Ratu dalam mendorong penyelesaian sejumlah kasus korupsi dan advokasi konfik agraria yang sedang terjadi.
"Otak pelakunya kami yakini adalah pihak-pihak yang terganggu dengan aktivitas Yertin Ratus sebagai aktivis anti korupsi di Kota Palopo dan sekitarnya," katanya.
Olehnya itu, dirinya mendesak kepada Polres Kota Palopo dan Polda Sulselbar untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap motif serta dalang atau otak di balik peristiwa ini.
"Sebab peristiwa ini adalah tindakan barbar yang mengancam kerja-kerja pemberantasan korupsi dan penyelesaian konflik agraria yang notabene melawan hukum dan agenda reformasi," kuncinya.
Beruntung, Yertin Ratu selamat dalam insiden ini. Koordinator Sarekat Pengorganisasian Rakyat (SPR) ini hanya mengalami luka gores di bagian perutnya. Menurut dia, badik yang digunakan menusuk diirinya meleset dan hanya menyerempet perutnya.
Saat dikonfirmasi Yertin Ratu, membenarkan kejadian yang dialaminya. Menurut aktivis senior Kota Palopo ini dia sudah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Palopo.
"Saya sudah laporkan kejadian ini ke Polres Palopo, semoga pelakunya cepat diamankan. Saya minta Polres Palopo bisa memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat Palopo termasuk teman-teman aktivis yang senantiasa memberikan pendampingan kepada masyarakat," katanya.
Terkait insiden ini, Sekjend SPR, Nining Erlina Fitri, mengatakan, tindakan tersebut merupakan bentuk pembungkaman demokrasi kembali di Kota Palopo.
"Yertin Ratu (YR) seorang aktivis perempuan Anti Korupsi dan Advokat di Sulawesi Selatan yang juga koordinator Sarekat Pengorganisasian Rakyat Indonesia) Sulsel. Apa yang dialaminya adalah bentuk pembungkaman demokrasi, pembungkaman suara rakyat," katanya.
Nining Erlina Fitri mengatakan percobaan pembunuhan oleh orang tak dikenal ini diyakini memiliki hubungan dengan kerja-kerja Yertin Ratu dalam mendorong penyelesaian sejumlah kasus korupsi dan advokasi konfik agraria yang sedang terjadi.
"Otak pelakunya kami yakini adalah pihak-pihak yang terganggu dengan aktivitas Yertin Ratus sebagai aktivis anti korupsi di Kota Palopo dan sekitarnya," katanya.
Olehnya itu, dirinya mendesak kepada Polres Kota Palopo dan Polda Sulselbar untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap motif serta dalang atau otak di balik peristiwa ini.
"Sebab peristiwa ini adalah tindakan barbar yang mengancam kerja-kerja pemberantasan korupsi dan penyelesaian konflik agraria yang notabene melawan hukum dan agenda reformasi," kuncinya.
(agn)