Pelatih Inggris Rela Gajinya Dipotong 30 Persen Karena Virus Corona

Selasa, 07 April 2020 - 13:28 WIB
Pelatih Inggris Rela...
Pelatih Timnas Inggris Gareth Southgate rela gajinya dipotong sebesar 30 persen. Foto: Istimewa
A A A
Dampak pandemi Virus Corona turut mempengaruhi pemotongan gaji pelatih dan para pemain sepak bola di dunia, termasuk yang dialami pelatih tim nasional Inggris

Pelatih Timnas Inggris Gareth Southgate rela gajinya dipotong sebesar 30 persen. Pemotongan gaji jadi opsi yang tak bisa ditawar setelah Asoasiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengalami kerugian selama pandemi.

Untuk diketahui sejak merebaknya virus corona, FA memgalami kerugian sampai 150 Juta Pounds (Rp 3 Triliun). Southgate sendiri per tahunnya digaji 3 Juta Pounds (Rp 60 Miliar). Dengan adanya opsi tersebut, Southgate selama tiga bulan ke depan akan menerima potongan tersebut.

Di asosiasi, tak hanya Southgate yang akan mengalami pemotongan. Mark Bullingham selaku Chief Eksekutif dan Ketua FA Greg Clarke juga mengalami hal yang sama. Manajer senior di bidang-bidang seperti hukum, sumber daya manusia, keuangan, komunikasi dan TI telah menyetujui pemotongan 15 persen.

Bullingham mengatakan, FA adalah badan nirlaba, dengan semua uang yang dihasilkannya diinvestasikan kembali ke dalam permainan.

"Semakin sedikit kami mendapatkan penghasilan," katanya.

“Kami telah mengalami dampak keuangan dan signifikan karena penundaan pertandingan internasional Inggris, pertandingan Piala FA dan acara-acara di Wembley. Apalagi saat ini tidak ada skala waktu yang jelas kapan akan kembali. Total dampak keuangan diperkirakan sekitar 100 Juta Pounds. Tapi bisa dengan mudah melebihi 150 Juta Pounds tergantung pada durasi tindakan medis yang dilakukan pemerintah," katanya.

“Kami mengusulkan semua karyawan yang punya pendapatan 50.000 Pounds atau lebih per tahun akan dipotong sebesar 7,5 persen. Dalam semangat mereka yang menerima gaji lebih tinggi mengambil tanggung jawab yang lebih besar, tim manajemen senior telah setuju untuk memotong gaji mereka sebesar 15 persen, dengan penerima tertinggi di organisasi setuju untuk mengurangi gaji mereka hingga 30 persen," jelas dia.
(agn)
Berita Terkait
Lawan Polandia 1-1,...
Lawan Polandia 1-1, Inggris Tanpa Pergantian Pemain
Spanyol Jadi Tim Paling...
Spanyol Jadi Tim Paling Muda di Piala Eropa 2020
Pertama sejak 20 Tahun,...
Pertama sejak 20 Tahun, Timnas Inggris Bakal Kembali ke St James Park
Begini Investasi Masa...
Begini Investasi Masa Depan Tim Nasional Inggris
UEFA Nations League...
UEFA Nations League 2022/2023: Tak Menang 5 Laga Beruntun Inggris Terdegradasi ke Liga B
Timnas Inggris Tak Pernah...
Timnas Inggris Tak Pernah Kering Talenta
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
2 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
6 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
7 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
7 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
7 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
7 jam yang lalu
Infografis
Guardiola Masuk Deretan...
Guardiola Masuk Deretan Pelatih Liga Inggris Gelar Terbanyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved