Perusahaan Jepang Ajak Pemprov Kembangkan Komoditi Bengkoang
Jum'at, 21 September 2018 - 00:19 WIB
Perusahaan Jepang, PT Kyudenko Corporation menyambangi kantor Pemprov Sulsel bertemu langsung dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Kamis (20/09/2018). Foto : Istimewa
A
A
A
Perusahaan Jepang, PT Kyudenko Corporation berencana akan mengembangkan komoditi tanaman bengkoang di Sulsel dengan mengajak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk bekerjasama.
Sebagai langkah awal, manajemen perusahaan ini menyambangi kantor Pemprov Sulsel bertemu langsung dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Kamis (20/09/2018).
Menurut Special Adviser PT Kyudenko, Eiichi Nagayama, mereka membutuhkan 5.000 hektar lahan untuk pengembangan tanaman bengkoang. Tujuannya agar biji bengkoang nantinya akan menjadi bahan bakar biogas ramah lingkungan.
Apalagi saat ini, Jepang menurut Nagayama mulai meninggalkan batubara dan nuklir untuk pembangkit listrik. "Kita butuh bahan bakar yang ramah lingkungan," katanya melalui keterangan tertulisnya yang diterima SINDOnews.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyambut baik rencana itu dengan meminta kepada Nagayama untuk membangun pabrik terlebih dahulu. Dia pun menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian untuk menyosialisasikan program penanaman bengkoang ini.
"Petani masih trauma dengan kasus tanaman jarak yang gagal. Kalau sudah ada pabriknya itu sudah pasti produksi petani dibeli," kata Nurdin Abdullah.
Sementara itu, Bupati Takalar, Samsari Kitta hadir dipertemuan itu mengaku siap menyukseskan program penanaman bengkoang tersebut.
"Takalar siap 700 hektare. Kalau itu bagus untuk rakyat, saya siap," sebutnya.
Sebagai langkah awal, manajemen perusahaan ini menyambangi kantor Pemprov Sulsel bertemu langsung dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Kamis (20/09/2018).
Menurut Special Adviser PT Kyudenko, Eiichi Nagayama, mereka membutuhkan 5.000 hektar lahan untuk pengembangan tanaman bengkoang. Tujuannya agar biji bengkoang nantinya akan menjadi bahan bakar biogas ramah lingkungan.
Apalagi saat ini, Jepang menurut Nagayama mulai meninggalkan batubara dan nuklir untuk pembangkit listrik. "Kita butuh bahan bakar yang ramah lingkungan," katanya melalui keterangan tertulisnya yang diterima SINDOnews.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyambut baik rencana itu dengan meminta kepada Nagayama untuk membangun pabrik terlebih dahulu. Dia pun menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian untuk menyosialisasikan program penanaman bengkoang ini.
"Petani masih trauma dengan kasus tanaman jarak yang gagal. Kalau sudah ada pabriknya itu sudah pasti produksi petani dibeli," kata Nurdin Abdullah.
Sementara itu, Bupati Takalar, Samsari Kitta hadir dipertemuan itu mengaku siap menyukseskan program penanaman bengkoang tersebut.
"Takalar siap 700 hektare. Kalau itu bagus untuk rakyat, saya siap," sebutnya.
(bds)