Pesantren Padang Lampe UMI Bakal Disulap jadi Kebun Wisata Religi
Minggu, 02 September 2018 - 21:10 WIB
Pelaksanaan pesantren kilat Mahasiswa Baru (Maba) Fakultas Pertanian dan Sastra Universitas Muslim Indonesia (UMI), Minggu (02/09/2018). Foto : Najmi Limonu/SINDOnews
A
A
A
Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mulai mengelola kebun wisata religi yang dipusatkan di Pesantren UMI Padang Lampe, Kabupaten Pangkep.
Dekan Fakultas Pertanian UMI, Annas Boceng mengatakan, pengembangan kawasan kebun wisata religi tersebut murni dilakukan oleh seluruh civitas dan mahasiswa fakultas pertanian yang diharap menuai hasil tiga tahun kedepannya.
Pengembangan kawasan wisata kebun tersebut dilakukan dengan cara menaman buah jenis durian otong, rambutan, lengkeng, jeruk bali dan duku.
"Semuanya ada sekitar 460 pohon dengan berbagai jenis tanaman. Selain itu, kita juga akan mencari bibit pohon lain seperti nangka, alpukat, mangga, merica dan pisang. Serta nantinya kita akan menjadikan kebun wisata religi ini memiliki kebun khusus tanaman khas Sulawesi Selatan," ungkapnya, Minggu (02/09/2018).
Ada pun luas lahan yang disediakan sekitar 10 hektare (ha). Hanya saja, 1 hektare diantaranya disediakan untuk lahan tanaman buah khas Sulsel.
"Akan kita kembangkan buah khas sulsel. Jadi semua buah khas Sulsel, akan kita temukan di kebun wisata religi. Kita akan mrnyediakan 1 hektar lahan untuk menanam dan mengembangkan buah-buahan Sulsel" tambahnya.
Bahkan lanjut, Annas Boceng, pihaknya akan menyiapkan rumah kebun seluas 7x11 meter untuk digunakan bagi pada pengunjung yang dirancang dalam bentuk cafe.
"Makanya wisata kebun itu juga nanti diperuntukkan bagi pengunjung pesantren kilat Maba UMI. Seperti saat ini, banyak orang tua yang membesuk anaknya melaksanakan pesantren kilat. Nantinya mereka bisa bersantai di wisata kebun religi tersebut," jelasnya.
Dekan Fakultas Pertanian UMI, Annas Boceng mengatakan, pengembangan kawasan kebun wisata religi tersebut murni dilakukan oleh seluruh civitas dan mahasiswa fakultas pertanian yang diharap menuai hasil tiga tahun kedepannya.
Pengembangan kawasan wisata kebun tersebut dilakukan dengan cara menaman buah jenis durian otong, rambutan, lengkeng, jeruk bali dan duku.
"Semuanya ada sekitar 460 pohon dengan berbagai jenis tanaman. Selain itu, kita juga akan mencari bibit pohon lain seperti nangka, alpukat, mangga, merica dan pisang. Serta nantinya kita akan menjadikan kebun wisata religi ini memiliki kebun khusus tanaman khas Sulawesi Selatan," ungkapnya, Minggu (02/09/2018).
Ada pun luas lahan yang disediakan sekitar 10 hektare (ha). Hanya saja, 1 hektare diantaranya disediakan untuk lahan tanaman buah khas Sulsel.
"Akan kita kembangkan buah khas sulsel. Jadi semua buah khas Sulsel, akan kita temukan di kebun wisata religi. Kita akan mrnyediakan 1 hektar lahan untuk menanam dan mengembangkan buah-buahan Sulsel" tambahnya.
Bahkan lanjut, Annas Boceng, pihaknya akan menyiapkan rumah kebun seluas 7x11 meter untuk digunakan bagi pada pengunjung yang dirancang dalam bentuk cafe.
"Makanya wisata kebun itu juga nanti diperuntukkan bagi pengunjung pesantren kilat Maba UMI. Seperti saat ini, banyak orang tua yang membesuk anaknya melaksanakan pesantren kilat. Nantinya mereka bisa bersantai di wisata kebun religi tersebut," jelasnya.
(bds)