Penanganan Corona di Surabaya Dikritik Wakil Ketua DPRD

Selasa, 07 April 2020 - 14:26 WIB
Penanganan Corona di...
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufida mengkritik penanganan wabah virus Corona yang dilakukan Pemkot Surabaya. Foto/Ilustrasi
A A A
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufida menilai Pemkot Surabaya tidak punya konsep penanganan Covid-19 yang terukur dan teruji. Bahkan, politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menduga kebijakan Pemkot Surabaya, sejauh ini hanya terkesan pencitraan demi kepentingan politik saja.

"Seperti soal tes coronavirus (covid-19). Saat konferensi pers bilang gratis-gratis, ternyata ada syarat dan ketentuan berlaku yang sengaja disembunyikan. Akhirnya banyak masyarakat kecewa karena harus bayar," ujar Mufidah, Selasa (7/4/2020)

Belum lagi soal pengadaan peralatan pencegahan virus Corona yang pada praktiknya di lapangan tak sesuai harapan. Diantaranya terkait bilik disinfektan atau soal penyemprotan cairan dengan drone. Pihaknya sebenarnya ingin menanyakan langsung hal ini ke Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Wali kota sempat menggelar pertemuan virtual dengan anggota DPRD, namun ternyata, kata dia, sifatnya hanya seremonial saja. "Ternyata pertemuan itu hanya mendengarkan informasi dari wali kota. Bukan forum untuk pengambilan keputusan berdasarkan pembahasan bersama," kata Mufidah.

Anggota DPRD Surabaya, yang juga sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar, Arif Fatoni menyebut, pertemuan virtual dengan wali kota itu menunjukkan bahwa Pemkot Surabaya sebenarnya memang tak memiliki roadmap yang jelas dan terukur. "Banyak kebijakan Pemkot Surabaya dalam penanganan Covid-19 ini yang masih overlap," ujar pria yang juga berlatar belakang jurnalis itu.

Seperti kritikan banyak masyarakat, Fatoni juga menyoroti soal pengadaan bilik disinfeksi. Pengadaan alat itu, menurutnya tanpa koordinasi. "Tiba-tiba dibuat, lalu rilis ke media-media. Ternyata kan hasilnya banyak dikritik masyarakat dan para ahli, Mulai efektivitasnya sampai penggunaan bahannya. Bahkan ada pelarangan dari Kemenkes. Kalau seperti itu kan pemborosan uang rakyat," katanya..

Selain itu soal pengadaan alat pelindung diri (APD), dia menilai Pemkot melakukan pengadaan ternyata batas penyelesaiannya satu bulan, yang sampai saat ini belum selesai. Padahal daerah lain dan perorangan ada yang bisa melakukan pengadaan dalam waktu satu minggu.

"Belum lagi soal koordinasi lintas instansi. Kita tahu buruk sekali koordinasi antara Pemkot dan Pemprov Jatim. Pemkot Surabaya, seolah berupaya melakukan overlap terhadap apa yang jadi tugas pemprov," kata Fatoni.

Pihaknya menuding ketidakjelasan roadmap dan mapping yang dilakukan Pemkot ini menyebabkan tingginya angka positif Covid-19 di Surabaya. "Janganlah kebijakan penanganan Covid-19 ini hanya pencitraan untuk menaikkan elektabilitas seseorang di eksekutif yang digadang-gadang maju sebagai bakal calon wali kota," pungkasnya.
(eyt)
Berita Terkait
Gedung DPRD Surabaya...
Gedung DPRD Surabaya Mendadak Lengang, Sejumlah Anggota Dewan Dikabarkan Terpapar COVID-19
Pegawai Kecamatan dan...
Pegawai Kecamatan dan Kelurahan di Surabaya Bisa Kerja Dari Rumah
Ada ASN Meninggal, Kantor...
Ada ASN Meninggal, Kantor Kecamatan Tandes Terapkan WFH
Pulihkan Ekonomi Pasca-Pandemi...
Pulihkan Ekonomi Pasca-Pandemi Covid-19, Pemprov Jawa Timur Gerakkan Organisasi Perempuan Keagamaan
Tingkatkan Pengujian,...
Tingkatkan Pengujian, Labkesda Bisa Uji 4.000 Spesimen
Patroli Skala Besar,...
Patroli Skala Besar, Positif Corona Langsung Diisolasi di RS
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
9 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
27 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
35 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
46 menit yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved