Polisi Periksa Bapak Biologis Bayi yang Dibuang di Atap Rumah

Senin, 06 April 2020 - 17:30 WIB
Polisi Periksa Bapak...
Kasat Reskrim Polresta Mojokerto Sodik Efendi. Foto/SINDOnews/Tritus Julan
A A A
Polisi mulai menyelidiki kasus pembuangan bayi di atap rumah warga di Keluarahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Sejauh ini sudah ada lima orang saksi yang diperiksa penyidik.

Dari lima orang tersebut, satu diantaranya yakni bapak biologis bayi berjenis kelamin laki-laki itu. Ia diketahui bersinial M (26) asal Gilis, Kecamatan Surodinawan, Kota Mojokerto. M merupakan kekasih LD, wanita (19) yang tak lain merupakan ibu kandung bayi tersebut.

"Saat ini kami masih melakukan terhadap beberapa saksi termasuk pacarnya (bapak biologis bayi). Dari hasil pengakuan si pria, dia menginginkan bayi itu lahir. Tapi terduga pelaku ini tidak bersedia," kata Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Sodik Efendi, Senin (6/4/2020).

Berdasarkan keterangan sementara yang dikantongi penyidik, bayi malang itu lahir ke dunia pada Jumat (3/3/2020) malam. Ketika itu, LD melahirkan bayi dengan berat 4 Kg itu di dalam kamar mandi lantai dua rumahnya. Usai melahirkan, bayi tak berdosa itu kemudian dilempar terduga pelaku melalui jendela kamar mandi.

"Yang membuang itu perempuan, dilempar dari kamar mandi di lantai 2 rumah terduga pelaku. Jadi habis melahirkan, kemudian dilempar ke atap rumah warga. Dia melakukan itu seorang diri," imbuh mantan Kasat Reskrim Polres Blitar ini.

Akan tetapi, keterangan itu belum bisa sepenuhnya dijadikan penyidik sebagai acuan. Sebab, kata Sodik, pihaknya belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap LD. Saat ini, kondisi LD masih dalam perawatan medis usai melahirkan seorang diri di kamar mandi rumahnya itu.

"Untuk terduga pelaku saat ini belum kita mintai keterangan karena masih dalam pemulihan. Kondisi kesehatannya memerlukan perawatan intensif pasca melahirkan. Proses melahirkannya dalam keadaan yang seadanya, sehingga kondisi yang bersangkutan masih lemah, belum bisa dimintai keterangan," jelasnya.

Jika memang terbukti bersalah, LD pun bakal dijerat dengan pasal berlapis. Menurut Sodik, wanita muda itu akan dikenakan pasal 80 ayat 4 UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak, pasal 308 KUHP, serta pasal 341 KUHP junto pasal 53 KUHP.

Sementara itu, hingga kini bayi yang dibuang di atap rumah warga itu masih menjalani perawatan medis di RS Hasanah Kota Mojokerto. Petugas medis sampai saat ini, masih terus memantau kondisi kesehatan bayi LD pasca insiden tersebut.

"Masih di inkubator, karena bayi masih membutuhkan perawatan. Nanti akan kita lakukan USG terhadap bayi tersebut," ungkap Ketua Dewan Pengawas RSI Hasanah Kota Mojokerto, Sri Mujiwati.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Mujiwati, bayi tersebut dilahirkan sudah sesuai Hari Perkiraan Lahir (HPL) dan persalinan normal. Akan tetapi proses kelahirannya tanpa pertolongan tim medis. Selain itu, usai dilahirkan dengan kondisi masih berlumuran darah bayi dilempar melalui ventilasi kamar mandi lantai II.

"Tidak ada luka tapi apa ya, namanya baru dilempar. Mungkin terbentur, kan ditemukan di atas rumah warga. Setelah dilahirkan, bayi itu dilempar melalui ventilasi. Ibu bayi melahirkan di kamar mandi sendiri tanpa dibantu siapapun. Sehingga setelah masuk (RSI Hasanah, red) langsung dimasukkan ke inkubator," jelasnya.

Sementara itu, saat ini kondisi LD yang notabene merupakan ibu kandung bayi tersebut kini juga berangsur membaik. Berbeda dengan saat kali pertama tiba di RS Hasanah. Menurut Mujiwati, kala itu LD tiba di RS Hasanah dengan sangat lemah, seperti orang yang baru saja melahirkan bayi.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto dihebohkan dengan temuan bayi di atap rumah salah seorang warga. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam kondisi selamat.

Informasi yang dihimpun, bayi tersebut ditemukan warga sekira pukul 21.05 WIB. Sepasang suami istri Prapto (36) dan Farida (32) dibuat kaget saat mengetahui ada bayi yang masih berlumuran darah tergeletak di atap genting rumah tetangganya.

Saat ditemukan, bayi tersebut dalam kondisi masih berlumuran darah dan dalam kondisi tanpa busana. Diperkirakan, bayi yang memiliki berat 4 Kg itu baru saja dilahirkan. Diduga bayi malang itu sengaja dibuang orang tuanya sesaat setelah dilahirkan.

Sontak, temuan bayi itu membuat warga geger. Mereka lantas melakukan penyelidikan guna mengetahui siapa orang tua pelaku pembuangan bayi tak berdosa itu. Dalam waktu singkat, warga pun berhasil menemukan ibu bayi tersebut.

Diperkirakan bayi itu sengaja dibuang LD. Lantaran wanita muda itu malu memiliki bayi hasil hubungan diluar nikah. LD pun akhirnya dibawa ke rumah sakit Hasanah untuk mendapatkan perawatan medis. Sebab kondisi kesehatan LD sempat menurun usai melahirkan bayi.
(eyt)
Berita Terkait
Jasad Bayi Mengapung...
Jasad Bayi Mengapung di Sungai, Siapa yang Membuang?
Karnaval Pembangunan...
Karnaval Pembangunan Kota Mojokerto
2 Pengusaha Palsu Tipu...
2 Pengusaha Palsu Tipu Podusen Beras Hingga Puluhan Juta
Polres Mojokerto Kota...
Polres Mojokerto Kota Pastikan 3 Buruh Tewas Akibat Laka Kerja
Cantiknya Wajah Baru...
Cantiknya Wajah Baru Alun-Alun Kota Mojokerto
Mojokerto Gempar! Dikira...
Mojokerto Gempar! Dikira Kucing, Ternyata Bayi Terbungkus Tas Hajatan
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
5 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
6 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
7 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
7 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
7 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
7 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved