Ikan-ikan di Kali Surabaya Driyorejo Mati Mengambang

Selasa, 09 Oktober 2018 - 07:01 WIB
Ikan-ikan di Kali Surabaya...
Warga Driyorejo sedang mengambil ikan-ikan yang mati mengambang di Kali Surabaya. Diduga ikan-ikan itu mati diduga akibat limbah kertas yang dibuang pemiliknya. Foto/SINDOnews/Ashadi Iksan
A A A
Warga beberapa desa di Kecamatan Driyorejo, Gresik yang dilalui Kali Surabaya dikagetkan adanya ikan-ikan mati mengambang. Diduga penyebabnya ada buangan limbah pabrik kertas.

Informasi yang dihimpun, kematian ikan yang mengambang di Kali Surabaya terjadi sejak dua hari lalu. Biasanya, dari pagi tiba-tiba ikan-ikan mati mengambang.

“Tidak seperti biasanya. Tapi kalau sudah mati gini ada yang membuang limbah,” ujar Kepala Driyorejo, Choirul Mahmud, Selasa (9/10/2018).

Adapun Kali Surabaya melintasi beberapa desa di Kecamatan Driyorejo. Diantaranya dari Desa Legundi, Krikilan, Driyorejo, Cangkir hingga Desa Bambe.

“Mulai dari Krikilan sampai Deda Sambe, ikannya banyak yang mati. Seperti karena limbah yang dibuang ke kali saat malam,” tegas Choirul Mahmud lagi.

Peneliti LSM Ecoton Gresik, Riska Darmawanti yang dikonfirmasi tidak mengelak tentang kemungkinan ada yang membuang limbah di Kali Surabaya. Sehingga, ikan-ikan banyak ditemukan mati mengambang saat pagi.

“Kemungkinan dibuang malam jelang dini hari. Sehingga banyak ikan yang mati saat pagi,” tukasnya.

Riska menduga, limbah yang paling memungkinan hingga ikan terkapar adalah limbah buangan pabrik kertas. Sebab, karakter limbah kertas denitnya tinggi. Sehingga tidak mencukupi dalam penampungan milik perusahaan.

“Jalan satunya ya membuang ke kali. Biasanya dibuang pada malam hari. Tanpa diolah, makanya langsung membuat ikan mati,” tegasnya lagi.

Dijelaskan, bila umumnya bahan baku pabrik kertas adalah used paper alias kertas bekas yang diimpor dari Amerika Serikat, Eropa dan Australia. Dan proses produksinya menggunaka de-inking atau penghilangan tinta.

Dalam proses ini, masih kata Riska, digunakan adam-adam pelarut dan menghasilkan sludge atau leachet yang berkonsentrasi logam berat tinggi. Bisa dikatagorikan limbah B3.

“Tidak jangan dalam proseenya membuang serpihan-serpihan plastik yang berpotensi menjadi mikroplastik. Dan ini cukup berbahaya,” pungkasnya.
(vhs)
Berita Terkait
Air Sungai Masih Berbusa,...
Air Sungai Masih Berbusa, Ini Langkah Kendalikan Limbah Domestik
Sampah Masih Menumpuk,...
Sampah Masih Menumpuk, Alat Berat Terus Dikerahkan
Susuri Kali Surabaya,...
Susuri Kali Surabaya, Tim Patroli Air Temukan 5 Industri Buang Limbah di Sungai
Proyek Tanggul Kali...
Proyek Tanggul Kali Lamong Dilanjutkan, Solusi Banjir Surabaya Barat
Cek Kualitas Air, Perempuan...
Cek Kualitas Air, Perempuan Pejuang Kali Surabaya Susur Sungai
Jadi Langganan Banjir,...
Jadi Langganan Banjir, Bupati Gresik Targetkan Normalisasi Kali Lamong Dimulai April
Berita Terkini
Pramono Tegaskan Tak...
Pramono Tegaskan Tak Ada Aturan Baru Ganjil Genap
16 menit yang lalu
Besok Puncak HUT ke-499...
Besok Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Info Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkirnya
1 jam yang lalu
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
3 jam yang lalu
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
4 jam yang lalu
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
12 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved