Finnet Milik Telkom Group Luncurkan Logo Baru di Yogyakarta
Rabu, 24 April 2019 - 08:00 WIB
Direktur Utama Finnet, Bona L Parapat (kanan) bersama Direktur bisnis dan marketing Finnet Syaiful Rahim meluncurkan loga baru di Yogyakarta, Selasa (23/4/2019) sore. IST
A
A
A
Layanan transaksi pembayaran keuangan elektronik Finnet yang merupakan entitas dari Telkom Group dengan produknya Finpay (Finnet Payment) meluncurkan logo barunya di Yogyakarta, Selasa (23/4/2019).
Selain sebagai citra semangat dan jiwa yang baru untuk semakin optimistis membangun negeri. spirit of millenials juga menjadi dasar dalam transformasi logo Finnet agar selaras dengan program Kementerian BUMN tersebut.
Dimana huruf yang beraneka warna pada logo baru Finpay menggambarkan beragam solusi atau produk yang diberikan kepada pelanggan.
Finnet sendiri sudah 13 tahun berkecimpung dalam bisnis pembayaran elektronik dan saat ini menjadi market leader dari industri bill payment.
Direktur Utama Finnet, Bona L Parapat mengatakan sejalan dengan program Menteri BUMN, Finnet harus bisa memaksimalkan potensi millenial agar bisa menjadi aktor dalam perubahan positif bagi Indonesia.
"Inilah yang mendasari perusahaan dan produk kami agar semangat dan jiwa Finnet mampu membangun negeri kita tercinta," kata Bona saat peluncuran logo Finnet.
Bona menjelaskan saat ini Finnet memiliki 3 portofolio bisnis, yaitu Bill Payment Aggregator, Electronic Platform, dan Online Payment Solution. Dari ketiga portofolio tersebut, Finnet telah mengelola lebih dari 3,2 juta transaksi per hari dengan nilai lebih dari Rp365 Miliar per hari.
Bahkan pada tahun 2018, Finnet mencapai indeks tertinggi dalam kelompok anak perusahaan Telkom Group sehingga masuk dalam kategori outstanding.
"Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada para mitra yang mempercayai Finnet sebagai mitra bisnis. Karena tanpa mitra, Finnet tidak akan bisa sebesar sekarang," paparnya
Finnet sendiri akan terus selalu berinovasi untuk memberikan layanan yang terbaik ke depannya. Dimana saat ini Finnet telah terintegrasi dengan 120 biller, 90 bank, 100 ribu outlet, 800 toko online, dan bisnis remittance di 7 koridor negara.
Direktur Bisnis dan Marketing Finnet Syaiful Rahim menambahkan ke depan Finnet akan mengandeng dunia pendidikan, terutama kepada mahasiswa dalam pembayaran. Sehingga keberlangsungan pendidikan mereka tetap dapat berjalan tanpa harus memikirkan biaya pendidikannya.
Selain sebagai citra semangat dan jiwa yang baru untuk semakin optimistis membangun negeri. spirit of millenials juga menjadi dasar dalam transformasi logo Finnet agar selaras dengan program Kementerian BUMN tersebut.
Dimana huruf yang beraneka warna pada logo baru Finpay menggambarkan beragam solusi atau produk yang diberikan kepada pelanggan.
Finnet sendiri sudah 13 tahun berkecimpung dalam bisnis pembayaran elektronik dan saat ini menjadi market leader dari industri bill payment.
Direktur Utama Finnet, Bona L Parapat mengatakan sejalan dengan program Menteri BUMN, Finnet harus bisa memaksimalkan potensi millenial agar bisa menjadi aktor dalam perubahan positif bagi Indonesia.
"Inilah yang mendasari perusahaan dan produk kami agar semangat dan jiwa Finnet mampu membangun negeri kita tercinta," kata Bona saat peluncuran logo Finnet.
Bona menjelaskan saat ini Finnet memiliki 3 portofolio bisnis, yaitu Bill Payment Aggregator, Electronic Platform, dan Online Payment Solution. Dari ketiga portofolio tersebut, Finnet telah mengelola lebih dari 3,2 juta transaksi per hari dengan nilai lebih dari Rp365 Miliar per hari.
Bahkan pada tahun 2018, Finnet mencapai indeks tertinggi dalam kelompok anak perusahaan Telkom Group sehingga masuk dalam kategori outstanding.
"Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada para mitra yang mempercayai Finnet sebagai mitra bisnis. Karena tanpa mitra, Finnet tidak akan bisa sebesar sekarang," paparnya
Finnet sendiri akan terus selalu berinovasi untuk memberikan layanan yang terbaik ke depannya. Dimana saat ini Finnet telah terintegrasi dengan 120 biller, 90 bank, 100 ribu outlet, 800 toko online, dan bisnis remittance di 7 koridor negara.
Direktur Bisnis dan Marketing Finnet Syaiful Rahim menambahkan ke depan Finnet akan mengandeng dunia pendidikan, terutama kepada mahasiswa dalam pembayaran. Sehingga keberlangsungan pendidikan mereka tetap dapat berjalan tanpa harus memikirkan biaya pendidikannya.
(mif)