Hendi Ingatkan Perantau Tidak Mudik ke Semarang

Senin, 06 April 2020 - 08:20 WIB
Hendi Ingatkan Perantau...
Petugas keamanan Stasiun Tawang Semarang saat memeriksa suhu tubuh penumpang. Foto/Dok.Humas Pemkot Semarang
A A A
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta kepada warganya yang bekerja di luar kota untuk sementara tidak pulang kampung. Imbauan tersebut kembali disampaikan wali kota setelah adanya peningkatan pergerakan masyarakat, dari DKI Jakarta menuju ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui jalur darat pada Minggu (5/4/2020).

"Meskipun ada pengecekan suhu tubuh di beberapa posko kesehatan di sepanjang jalur yang dilewati, Covid-19 dapat dibawa seseorang tanpa gejala," kata Hendi, sapaan akrab wali kota.

Hendi menegaskan, jika masyarakat nekat mudik, maka memiliki potensi untuk membahayakan keluarga di kampung halaman yang nantinya justru membuat kondisi tidak nyaman untuk banyak pihak. "Sekali lagi saya mengimbau kepada seluruh sedulur Semarang yang saat ini sedang bekerja di luar Semarang, demi keamanan dan keselamatan keluarga kita semua sebaiknya urungkan niat untuk mudik dulu," kata wali kota.

"Saat ini bertahan di daerah sedulur-sedulur bekerja adalah sebuah sikap yang bijak. Untuk sementara waktu manfaatkan berbagai media komunikasi untuk menjaga silaturahmi dengan keluarga yang jauh tanpa perlu pulang ke kampung halaman," katanya.

Hendi meyakini pemerintah pusat akan mengeluarkan kebijakan pengganti waktu mudik agar masyarakat tetap dapat pulang ke kampung halaman untuk bertemu dengan sanak saudara ke depannya. "Bertahanlah di tempat bekerja, nanti kalau situasinya sudah baik, saya yakin pemerintah melalui Pak Presiden Jokowi akan memberikan kesempatan libur pengganti mudik," ucapnya.

Lebih jauh Hendi menjelaskan, imbauan tidak mudik dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Banyak pasien positif Covid-19 yang sembuh serta membaik kondisinya, tapi upaya bersama melawan virus corona tidak boleh mengendur. Sebab tren masyarakat yang terkonfirmasi positif masih meningkat.

"Memang ada berita positif terkait kesembuhan 6 pasien di Kota Semarang, 4 di Rumah Sakit Wongsonegoro, 2 di Rumah Sakit Dokter Karyadi, tapi tren penderita Covid-19 dari mulai 15 Maret sampai 4 April masih naik. Jadi saya mengharap kelegawaan seluruh masyarakat, baik yang di Kota Semarang atau pun yang sedang merantau. Kalau ini disepelekan, persoalannya tidak akan selesai selesai," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Waspadai Eksodus Orang...
Waspadai Eksodus Orang dari Kota Sebelum Pemberlakuan Pelarangan Mudik
Masuk 8 Wilayah Aglomerasi,...
Masuk 8 Wilayah Aglomerasi, Kabupaten Semarang Boleh Mudik Lokal
Antisipasi Pemudik,...
Antisipasi Pemudik, Pemkab Semarang Intensifkan Satgas Jogi Tonggo
Mudik Dilarang Lagi,...
Mudik Dilarang Lagi, Perantau Pulang Kampung Lebih Awal
Larangan Mudik Diberlakukan,...
Larangan Mudik Diberlakukan, Tol Tetap Dibuka untuk Logistik
Putus Mata Rantai COVID-19,...
Putus Mata Rantai COVID-19, Larangan Mudik Lebaran Butuh Sanksi
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved